Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Kompas.com - 01/10/2020, 19:56 WIB
Dalam foto file 20 Mei 2020 ini, orang-orang yang terkena dampak kemerosotan ekonomi virus corona untuk menerima paket makanan di Pretoria, Afrika Selatan. Respons pemerintah terhadap Covid-19 Afrika Selatan telah dinodai oleh dugaan korupsi seputar paket bantuan ekonomi 26 miliar dolar AS yang bersejarah, sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 nomor lima terbesar di dunia. AP Photo/Themba Hadebe/FileDalam foto file 20 Mei 2020 ini, orang-orang yang terkena dampak kemerosotan ekonomi virus corona untuk menerima paket makanan di Pretoria, Afrika Selatan. Respons pemerintah terhadap Covid-19 Afrika Selatan telah dinodai oleh dugaan korupsi seputar paket bantuan ekonomi 26 miliar dolar AS yang bersejarah, sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 nomor lima terbesar di dunia.

JOHANNESBURGM, KOMPAS.com - Saat dunia menandai 1 juta kematian akibat Covid-19, Afrika jauh lebih baik dari yang diperkirakan, dengan persentase kematian yang lebih rendah daripada benua lain.

Sistem kesehatan masyarakat Afrika yang terlalu terbebani, kurangnya fasilitas pengujian, dan permukiman kumuh yang penuh sesak membuat para ahli memperkirakan bencana akan melanda benua itu ketika pandemi Covid-19 merebak di sana pada Februari.

Kasus baru virus corona telah mendatangkan malapetaka di negara-negara Asia dan Eropa yang kaya, dan PBB mengatakan pada April bahwa, bahkan dengan penerapan social distancing, virus corona tetap dapat membunuh 300.000 orang Afrika tahun ini.

Pada Mei Badan Kesehatan Dunia ( WHO) memperingatkan bahwa 190.000 orang di benua itu bisa mati, jika tindakan penanggulangan pandemi virus corona gagal.

Sampai pada dunia menandai 1 juta kematian akibat Covid-19, angka kematian di Afrika jauh lebih rendah dari yang diperkirakan dan dibandingkan dengan benua lainnya.

Baca juga: Sebut Virus Corona Hoaks, Politikus Ini Meninggal karena Covid-19

Jumlah kasus kematian di benua itu mencapai 2,4 persen, dengan sekitar 35.000 kematian di antara lebih dari 1,4 juta orang yang dilaporkan terinfeksi Covid-19, menurut data Reuters pada Senin malam.

Sedangkan angka kematian, di Amerika Utara, mencapai 2,9 persen dan di Eropa 4,5 persen.

Negara-negara yang terpukul paling parah seperti Italia dan Inggris mencatat jumlah kematian masing-masing 11,6 persen dan 9 persen.

Selisih jauh dibandingkan dengan 1,6 persen untuk Ethiopia, 1,9 persen untuk Nigeria dan 2,4 persen untuk Afrika Selatan, negara yang paling parah terkena dampak di benua itu.

Baca juga: Anjing Pendeteksi Virus Corona di Bandara Finlandia, Bagaimana Cara Kerjanya?

Rumah sakit di banyak negara Afrika mengatakan tingkat pasien masuk karena Covid-19 menurun, seperti yang dilansir dari Reuters pada Selasa (29/9/2020). 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ilmuwan Temukan Jalur Lain yang Digunakan Virus Covid-19 untuk Masuki Sel Manusia

Ilmuwan Temukan Jalur Lain yang Digunakan Virus Covid-19 untuk Masuki Sel Manusia

Global
Paus Fransiskus secara Gamblang Dukung Serikat Sipil untuk Kaum Homoseksual

Paus Fransiskus secara Gamblang Dukung Serikat Sipil untuk Kaum Homoseksual

Global
Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Global
Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Global
Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Global
[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

Global
Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
komentar
Close Ads X