Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Kompas.com - 01/10/2020, 19:22 WIB
Presiden Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat,  Joe Biden, bertukar poin selama debat presiden pertama pada Selasa (29/9/2020) di Case Western University, Cleveland, AS.
AP Photo/Patrick SemanskyPresiden Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, bertukar poin selama debat presiden pertama pada Selasa (29/9/2020) di Case Western University, Cleveland, AS.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Komisi yang mengawasi debat calon presiden Amerika Serikat ( AS) mengatakan, akan mengubah format agar adu argumen antara Donald Trump dan Joe Biden lebih tertib.

Salah satu format barunya adalah memotong suara mikrofon jika para capres hendak menyela pembicaraan lawannya, lapor media AS yang dikutip BBC Kamis (1/10/2020).

Perubahan format itu dilakukan setelah terjadin kekacauan dalam debat pertama pada Selasa (29/9/2020), yang dihiasi penghinaan.

Baca juga: Biden Sebut Insya Allah Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Intonasi suara dan taktik kedua capres di debat pertama mendapat kritikan dari seantero "Negeri Paman Sam" dan dunia.

Rencana di debat selanjutnya

Dalam debat Selasa kemarin para capres diberi waktu 2 menit untuk menjawab pertanyaan moderator, sebelum diberi kesempatan untuk saling menimpali satu sama lain.

Namun Trump terus-menerus memotong omongan Joe Biden, yang berujung serangkaian pertikaian verbal.

Baca juga: Komentari Debat Capres AS, Biden: Trump Aib Nasional

Komisi Debat Presiden (CPD) - badan nonpartisan yang telah menyelenggarakan debat presiden sejak 1988 - mengatakan akan segera mengumumkan aturan-aturan baru guna membantu moderator "menjaga ketertiban" dalam dua debat selanjutnya.

Mereka berkata, debat pertama "memperjelas bahwa struktur tambahan harus ditambahkan ke format debat yang tersisa untuk memastikan diskusi berjalan lebih tertib".

Mengutip sumber informasi, CBS News melaporkan komisi akan menggunakan 48 jam ke depan guna menyusun pedoman dan aturan baru untuk debat capres kedua pada 15 Oktober di Miami, Florida.

Baca juga: Debat Capres AS Saling Hina, Biden Sebut Trump Badut

Mengontrol mikrofon capres ada dalam urutan teratas, kata CBS, untuk mencegah mereka mengganggu moderator atau lawannya.

Kedua tim sukses juga akan diberitahu tentang aturannya dan tak bisa diganggu gugat, tambah sumber tersebut.

Baca juga: Debat Panas Trump-Biden Bikin Harga Emas Turun, Kok Bisa?


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

Global
Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
komentar
Close Ads X