Makna Dibalik "Background" Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Kompas.com - 27/09/2020, 23:41 WIB
Dalam foto yang dibuat dari video UNTV ini, Scott Morrison, Perdana Menteri Australia, berbicara dalam pesan yang telah direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat, 25 September 2020, di Markas Besar PBB AP/UNTVDalam foto yang dibuat dari video UNTV ini, Scott Morrison, Perdana Menteri Australia, berbicara dalam pesan yang telah direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat, 25 September 2020, di Markas Besar PBB

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Dimulai dari Presiden China Xi Jinping, dia mendesak dunia untuk "menolak upaya pembangunan blok untuk mencegah orang lain keluar" dengan background atau layar belakang saat dia berpidato bergambar Tembok Besar China.

Kemudian, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menggunakan foto dan video untuk mengilustrasikan apa yang dia bicarakan.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison yang membagikan pandangan kebijakan negaranya, punya background pemandangan indah Sydney Harbour.

Melansir Associated Press (AP), jika sebelum pandemi, Sidang Umum PBB tahunan selalu menjadi satu tempat dengan satu layar belakang yang sama, tahun ini setiap presiden berkesempatan "menunjukkan wajah tanah air mereka" masing-masing.

Para pemimpin dunia berbicara melalui video yang sudah direkam, dengan memberikan citra yang sesuai dengan persona mereka yang hendak mereka tampilkan pada dunia.

Baca juga: Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Menurut pengamatan Steven D Cohen, profesor komunikasi bisnis Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat (AS), apa yang disampaikan dan ditunjukkan para pemimpin dunia melalui video virtual pidato mereka adalah sesuatu yang otentik dan harus dipercaya oleh penontonnya.

Background video para pemimpin dunia saat pidato virtual adalah sesuatu yang telah dipikirkan matang-matang dan tentunya dibuat secara kreatif.

“Mereka dapat menggunakan apa yang ada di background untuk melengkapi pesan-pesan tersebut, untuk menerobos layar komputer dan terhubung melalui cerita, melalui visi,” papar Cohen yang menjelaskan relasi antara background dan isi pidato.

Meski bisa memproyeksikan pandangan mereka, banyak pemimpin menyesalkan tidak bisa berpidato secara langsung (tatap muka) tahun ini.

“Untung saja kita bisa memanfaatkan teknologi modern secara optimal,” kata presiden baru Suriname, Chan Santokhi, salah satu pembicara yang videonya menyertakan instrumen pengantar.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Orang Tuanya Meninggal, 2 Anak Ini Terlantar 3 Hari di Rumah | Berkat Tombol 'Mute' Debat Trump-Biden Lebih Tertib

[POPULER GLOBAL] Orang Tuanya Meninggal, 2 Anak Ini Terlantar 3 Hari di Rumah | Berkat Tombol "Mute" Debat Trump-Biden Lebih Tertib

Global
7 Bulan Terisolasi di Panti Jompo, Nenek Ini Memohon dapat Bertemu Keluarga Sebelum Meninggal

7 Bulan Terisolasi di Panti Jompo, Nenek Ini Memohon dapat Bertemu Keluarga Sebelum Meninggal

Global
Balas Dendam Diceraikan Suami, Istri Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai sampai Tewas

Balas Dendam Diceraikan Suami, Istri Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai sampai Tewas

Global
Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Global
Ribuan Foto Wanita Bugil Hasil Editan Beredar di Internet, Pakaiannya Dihapus dengan AI

Ribuan Foto Wanita Bugil Hasil Editan Beredar di Internet, Pakaiannya Dihapus dengan AI

Global
Anak Ditinggal 3 Hari di Rumah Ternyata Orang Tuanya Meninggal

Anak Ditinggal 3 Hari di Rumah Ternyata Orang Tuanya Meninggal

Global
Menlu AS ke Jakarta, Pengamat: Untuk Dekati Indonesia Tangkal Pengaruh China

Menlu AS ke Jakarta, Pengamat: Untuk Dekati Indonesia Tangkal Pengaruh China

Global
Menikmati Kerja, 3 WNI di Australia Belum Pensiun di Usia 70 Tahun

Menikmati Kerja, 3 WNI di Australia Belum Pensiun di Usia 70 Tahun

Global
Saad Hariri jadi Perdana Menteri Lebanon Lagi untuk Bentuk Kabinet Reformasi

Saad Hariri jadi Perdana Menteri Lebanon Lagi untuk Bentuk Kabinet Reformasi

Global
Ucapan Paus Fransiskus Soal Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Kontroversi Dunia

Ucapan Paus Fransiskus Soal Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Kontroversi Dunia

Global
Putin: Korban Tewas Perang Azerbaijan-Armenia Hampir 5.000 Orang

Putin: Korban Tewas Perang Azerbaijan-Armenia Hampir 5.000 Orang

Global
Campuri Pilpres AS, Sejumlah Entitas Iran Kena Sanksi

Campuri Pilpres AS, Sejumlah Entitas Iran Kena Sanksi

Global
China Izinkan Lansia 70 Tahun ke Atas Ajukan Pembuatan SIM

China Izinkan Lansia 70 Tahun ke Atas Ajukan Pembuatan SIM

Global
Diguncang Kemelut Politik, PM Malaysia Akan Terapkan Darurat Nasional

Diguncang Kemelut Politik, PM Malaysia Akan Terapkan Darurat Nasional

Global
Menlu AS Mike Pompeo Akan Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Menlu AS Mike Pompeo Akan Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Global
komentar
Close Ads X