Untuk Pertama Kalinya Presiden Duterte Kritik China di Sidang Umum PBB

Kompas.com - 23/09/2020, 20:30 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP/TED ALJIBEPresiden Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte untuk pertama kalinya kritik China soal Laut China Selatan dalam pidato di hadapan Majelis Umum PBB, pada Rabu (23/9/2020). 

Ia menekankan kemenangan hukum negaranya di Den Haag dalam sengketa maritim yang sudah lama berlangsung dengan China.

Melansir Al Jazeera pada Rabu (23/9/2020), dalam video yang direkam di Manila, Duterte mengatakan Filipina memiliki hak atas sebagian Laut China Selatan, yang dinyatakan oleh keputusan Den Haag, berada dalam zona ekonomi eksklusif negara itu.

“Penghargaan tersebut sekarang menjadi bagian dari hukum internasional, melampaui kompromi dan di luar jangkauan pemerintah yang lewat untuk mencairkan, mengurangi, atau mengabaikan,” kata Duterte.

"Kami dengan tegas menolak upaya untuk merusaknya," imbuhnya.

Dalam lebih dari 4 tahun masa jabatannya, ini adalah pertama kalinya Duterte berpidato di hadapan badan PBB, yang merayakan ulang tahun ke-75 tahun ini.

Baca juga: Papan Selancar Hilang di Hawaii, Hanyut 8.000 Km sampai Filipina

Pernyataannya tentang sengketa Laut China Selatan dipandang sebagai yang terkuat sejauh ini, mengingat pernyataan sebelumnya yang meremehkan masalah tersebut sebagai imbalan atas hubungan geopolitik dan ekonomi Manila yang lebih dekat dengan Beijing.

Duterte berada di bawah tekanan yang meningkat di dalam negeri untuk melawan China, setelah sebagian besar mengesampingkan kesepakatan yang buntu dengan China selama bertahun-tahun.

Tekanan dalam negerinya semakin tinggi setelah kapal pukat ikan China menghantam dan menenggelamkan kapal Filipina di perairan yang diperebutkan pada 2019, dan setelah China terus memperluas pulau buatan di dalamnya, yaitu zona ekonomi eksklusif Filipina.

Selama dekade terakhir, China telah membangun instalasi militer di beberapa terumbu dan singkapan yang disengketakan di Laut China Selatan untuk menegaskan klaimnya atas hampir seluruh laut.

Halaman:

Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X