Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Kompas.com - 27/09/2020, 17:10 WIB
Allyssa Gustafson, seorang guru di Circle Academy, Urbana, Illinois, Amerika Serikat. Dia mengaku bersalah berhubungan seks dengan muridnya yang masih berusia 14 tahun. Facebook via The SunAllyssa Gustafson, seorang guru di Circle Academy, Urbana, Illinois, Amerika Serikat. Dia mengaku bersalah berhubungan seks dengan muridnya yang masih berusia 14 tahun.

URBANA, KOMPAS.com - Guru sebuah sekolah untuk anak dengan kesulitan emosional dan perilaku Illnois, AS, mengaku bersalah telah berhubungan seks dengan salah satu murid.

Allyssa Gustafson, yang bekerja di Circle Academy Urbana juga disebut sering mengirimkan foto dirinya mengenakan lingerie maupun handul mandi.

Dilaporkan oleh harian lokal News Gazette, guru berusia 24 tahun itu bakal menjalani sidang vonis pada 30 Oktober mendatang.

Baca juga: Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Sidang putusan itu bakal dipimpin Hakim Roger Webber, dan digelar setelah dia menerima pengakuan bersalah Gustafson atas dakwaan kekerasan seksual.

Seiring dengan pernyataan bersalah pada Senin (21/9/2020), Jaksa Kristin Alferink memutuskan untuk mencabut dakwaan serangan seksual.

Jaksa Alferink menyatakan, dia hendak menuntut hukuman penjara. Tetapi pengacara Gustafson meminta agar kliennya diberikan vonis kerja sosial.

Orangtua murid 14 tahun itu menuturkan, dia tidak menyangka bahwa Gustafson akan berhubungan seks dengan putranya yang masih di bawah umur.

Kepada WCIA via The Sun Sabtu (26/9/2020), si ibu yang enggak identitasnya disebutkan itu menuturkan Gustafson sering menghubungi putranya lewat media sosial.

"Banyak sekali pesan. Banyak sekali percakapan. Anak saya bahkan mengatakan punya video dan foto yang dikirimkan gurunya," ujar dia.

Si guru disebut sudah beberapa kali berhubungan seks dengan muridnya itu, di mana orangtua korban ingin Gustafson dihukum berat.

Dalam responsnya, Circle Academy menyatakan bahwa prioritas utama mereka adalah memastikan keselamatan dan kebahagiaan anak didik mereka.

Pihak sekolah menjanjikan dalam perekrutan baru ini, mereka bakal melakukan pemeriksaan intensif agar kejadian seperti Gustafson tak terulang.

Baca juga: Pemandu Lagu Jadi Pekerja Seks, Pub dan Karaoke In Lounge Digerebek Polisi


Sumber The Sun
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X