Jatuhkan Kembali Sanksi, Babak Baru "Perang Tanpa Darah" AS dan Iran

Kompas.com - 22/09/2020, 09:07 WIB
Ilustrasi bendera AS-Iran ShutterstockIlustrasi bendera AS-Iran

TEHERAN, KOMPAS.com - Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan pada Senin (21/9/2020) bahwa Amerika Serikat ( AS) sedang melancarkan perang dengan Iran setelah menjatuhkan berbagai sanksi kepada Iran.

“Hari ini Iran masih tetap berperang. AS telah melancarkan perang tanpa darah melawan Iran,“ ujar Zanganeh dikutip dari kantor berita Kementerian Perminyakan Iran, SHANA.

Bahkan Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan langkah Washington untuk menekan Teheran telah menjadi bumerang. "Kami dapat mengatakan bahwa 'tekanan maksimum' AS terhadap Iran, dalam aspek politik dan hukumnya, telah berubah menjadi isolasi maksimum AS," kata Rouhani dalam pertemuan kabinet.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan bahwa AS kembali menjatuhkan seluruh sanksinya kepada Iran dan mengklaim pencabutan embargo Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) atas penjualan senjata ke Iran pada Oktober mendatang tidak lagi berlaku.

"AS menerapkan kembali semua sanksi yang dulu sempat dibatalkan PBB terhadap Iran," terang Pompeo, Sabtu (19/9/2020).

Baca juga: Presiden Iran Hassan Rouhani: AS Mendekati Kekalahan Lawan Iran

Sebagai penandatangan asli dari Rencana Aksi komprehensif Bersama (JCPOA), AS menyatakan memiliki wewenang untuk memberikan sanksi kepada negara manapun yang gagal mematuhi kesepakatan tersebut.

JCPOA sendiri merupakan kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan sejumlah negara besar antara lain Jerman, Inggris, Perancis, AS, China, dan Rusia. Padahal, AS telah menyatakan keluar dari kesepakatan tersebut pada 2018.

Selain itu mulai Senin, AS juga memberi sanksi kepada puluhan orang dan entitas yang terlibat dalam program nuklir, misil, dan senjata konvensional Iran, kata seorang pejabat senior AS dikutip dari Reuters.

Pejabat yang tidak mau disebut namanya tersebut mengatakan bahwa Iran bisa memiliki cukup material untuk membangun senjata nuklir di akhir tahun ini dan Teheran disebut melanjutkan kerja sama pengembangan program misil jangka panjangnya dengan Korea Utara.

Namun, ia tidak memberikan bukti rinci atas tuduhannya itu.

Baca juga: Kemenlu Iran: AS Berdiri di Sisi Sejarah yang Salah

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X