Kemenlu Iran: AS Berdiri di Sisi Sejarah yang Salah

Kompas.com - 20/09/2020, 17:41 WIB
Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen yang berisi pengembaliansanksi terhadap Iran, setelah mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan Nuklir Iran, di Gedung Putih, Washington, DC, pada Selasa (8/5/2018). (AFP/Saul Loeb) Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen yang berisi pengembaliansanksi terhadap Iran, setelah mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan Nuklir Iran, di Gedung Putih, Washington, DC, pada Selasa (8/5/2018). (AFP/Saul Loeb)

TEHERAN, KOMPAS.COM - Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa AS menghadapi isolasi internasional atas keputusannya untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.

Pernyataan itu dilontarkan kementerian tersebut pada Minggu (20/9/2020) yang disiarkan kantor berita resmi Iran IRNA.

"AS berdiri di sisi sejarah yang salah dan pesan kami untuk itu adalah kembali ke komunitas internasional, pada komitmen Anda, hentikan pemberontakan dan dunia akan menerima Anda," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam jumpa pers.

"Seluruh dunia mengatakan tidak ada yang berubah, sanksi hanya diberlakukan di dunia imajiner Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo," tambah Khatibzadeh.

Baca juga: Kena Sanksi Lagi dari AS, Iran Minta Bantuan Dunia

Pada Minggu, Pompeo mengumumkan pengenaan kembali sanksi PBB terhadap Iran yang dicabut sebagai bagian dari kesepakatan nuklir pada 2015 sebagaimana dilansir dai Yeni Safak.

Pada 21 Agustus, Pompeo berjanji untuk memberlakukan kembali sanksi internasional terhadap Iran setelah 30 hari.

Janji tersebut dilontarkannya dalam konferensi pers di markas besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, AS.

Pada Jumat (18/9/2020), Inggris, Prancis dan Jerman memberi tahu Dewan Keamanan PBB bahwa pembebasan Iran dari sanksi PBB berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 akan berlanjut setelah 20 September.

Baca juga: Dituduh Mencuri, Jari Tangan Remaja di Iran Ini Bakal Dipotong

Pada awal September, Dewan Keamanan PBB memperbarui posisinya dengan menolak permintaan AS untuk menjatuhkan kembali sanksi terhadap Iran.

AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran atas program nuklirnya.

Sanksi tersebut berdampak pada sektor vital dalam negeri seperti sektor perminyakan.


Sumber Yeni Safak
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Global
Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Global
Meski Siap Jalankan Transisi dengan Biden, Trump Berjanji Bakal Terus Melawan

Meski Siap Jalankan Transisi dengan Biden, Trump Berjanji Bakal Terus Melawan

Global
Mengenal Sistem Kafala di Arab Saudi: Buruh Migran Kerja 24 Jam, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Mengenal Sistem Kafala di Arab Saudi: Buruh Migran Kerja 24 Jam, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Global
MBS dan Netanyahu Bertemu? Ini Ringkasan Hubungan Israel dengan Dunia Arab

MBS dan Netanyahu Bertemu? Ini Ringkasan Hubungan Israel dengan Dunia Arab

Global
Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Dilanjutkan Tanpa Dihadiri 20 Tersangka

Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Dilanjutkan Tanpa Dihadiri 20 Tersangka

Global
Setelah Berlarut-larut, Transisi dari Trump ke Biden Akhirnya Segera Dimulai

Setelah Berlarut-larut, Transisi dari Trump ke Biden Akhirnya Segera Dimulai

Global
Aktivis Milenial Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Protes 2019

Aktivis Milenial Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Protes 2019

Global
Vaksin Corona Akan Gratis di Arab Saudi, yang Negatif Covid-19 Jadi Prioritas

Vaksin Corona Akan Gratis di Arab Saudi, yang Negatif Covid-19 Jadi Prioritas

Global
Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

Global
Perempuan Eks ISIS Ingin Pulang ke Inggris, Pemerintah Menolak dengan Keras

Perempuan Eks ISIS Ingin Pulang ke Inggris, Pemerintah Menolak dengan Keras

Global
Baru Turun dari Pesawat, Pentolan ISIS Langsung Ditangkap di Irak

Baru Turun dari Pesawat, Pentolan ISIS Langsung Ditangkap di Irak

Global
[POPULER GLOBAL] Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Rp 18.000 Per Bulan | Menteri Pakistan Samakan Presiden Perancis dengan Nazi

[POPULER GLOBAL] Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Rp 18.000 Per Bulan | Menteri Pakistan Samakan Presiden Perancis dengan Nazi

Global
Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Global
Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Global
komentar
Close Ads X