Dituduh Mata-mata China, Anggota Polisi di AS Diringkus Petugas

Kompas.com - 22/09/2020, 06:23 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi

NEW YORK, KOMPAS.com - Seorang petugas kepolisian New York (NYPD), Amerika Serikat ( AS), Baimadajie Angwang (33) dituduh bertindak sebagai agen mata-mata pemerintah China.

Menurut jaksa penuntut, dia secara teratur berhubungan dengan anggota Konsulat China dan memberikan informasi intelijen tentang etnis Tibet di New York City sebagaimana dilansir dari CBS News, Senin (21/9/2020).

Pengaduan federal juga menuduh Angwang melakukan penipuan terhadap Kementerian Pertahanan AS, memberikan pernyataan palsu, dan menghalangi proses resmi.

Angwang bekerja di unit urusan masyarakat di Queens, New York, AS, dan terdaftar sebagai sersan staf di Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS, yang ditempatkan di Fort Dix, New Jersey, di batalion Urusan Sipil Lintas Udara.

Baca juga: Venezuela Mengaku Tangkap Mata-mata AS, Bawa Uang dalam Jumlah Banyak

Dia memegang izin keamanan tingkat "rahasia" karena pekerjaannya sebagai Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS.

Angwang adalah warga Tibet asli China dan warga negara AS yang dinaturalisasi lalu tinggal di Williston Park, New York.

Jaksa penuntut mengklaim bahwa sejak 2014, Angwang telah "melaporkan aktivitas etnis Tibet, dan lainnya, di wilayah metropolitan New York ke Konsulat”.

Jaksa juga mengatakan Angwang melihat dan menilai sumber intelijen etnis Tibet potensial di wilayah metropolitan New York dan sekitarnya.

Baca juga: Curigai Jadi Lokasi Perekrutan Mata-mata, Pusat Budaya China di AS Akhir Tahun Semua Ditutup

Pengaduan tersebut juga menuduh bahwa Angwang memberi pejabat Konsulat China "akses ke pejabat senior NYPD melalui undangan ke acara resmi NYPD”.

"Tak satu pun dari kegiatan ini berada dalam lingkup tugas dan tanggung jawab resmi Angwang dengan NYPD atau Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS," kata pengaduan tersebut.

"Seperti yang dituduhkan dalam pengaduan federal ini, Baimadajie Angwang melanggar setiap sumpah yang dia ambil di negara ini. Satu ke AS, satu ke Angkatan Darat AS, dan yang ketiga ke Departemen Kepolisian ini," kata Komisaris Polisi Dermot Shea.

Baca juga: Diduga Berkhianat dengan Jadi Mata-mata Rusia, Tentara Perancis Ditangkap

Halaman:

Sumber CBS News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Gunakan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri untuk Vaksinasi Massal Mulai Juli

India Gunakan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri untuk Vaksinasi Massal Mulai Juli

Global
Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
komentar
Close Ads X