Presiden Belarus Bersumpah Tak Akan Tunduk pada Keinginan Pendemo

Kompas.com - 09/09/2020, 19:32 WIB
Presiden Belarus Alexander Lukashenko ketika berbicara kepada Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Minsk, Belarus, pada 3 September 2020. Alexander Astafyev/Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)Presiden Belarus Alexander Lukashenko ketika berbicara kepada Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Minsk, Belarus, pada 3 September 2020.

MINSK, KOMPAS.com - Presiden Belarus Alexander Lukashenko dalam wawancara pertama sejak dia didemo menegaskan, dia tak akan tunduk pada keinginan pendemo.

Kepada sekelompok wartawan Rusia, termasuk Pemimpin Redaksi Russia Today Margarita Simonyan, Lukashenko menegaskan dia tak berencana mundur.

"Saya tak akan membiarkan apa yang kami bangun bersama rakyat, bersama semua generasi, dihancurkan," ucapnya dikutip The Guardian Selasa (8/9/2020).

Baca juga: Ratusan Demonstran Ditangkap Aparat di Belarus

Meski begitu, Alexander Lukashenko kemudian mengakui bahwa dia sudah terlampau lama bekuasa. Tepatnya 26 tahun atau begitu Belarus mendeklarasikan kemerdekaan.

"Saya sudah duduk di kursi kepresidenan sedikit lebih lama," ujar dia seraya kembali menegaskan dia takkan tunduk pada pendemo.

Dalam wawancara itu, Presiden Belarus berusia 66 tahun tersebut menyatakan oposisi akan menghancurkan negara jika dia sampai mengundurkan diri.

Dia kemudian menekankan bahwa para demonstran ini ditunggangi oleh kekuatan asing yang jelas-jelas sudah menargetkan Rusia.

Lukashenko menerangkan, semua aksi protes yang berlangsung hampir satu bulan ini benar-benar terkonsentrasi dan menyebar dalam skala global.

Dia kemudian melontarkan peringatan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dia sebut sebagai "kakak tertua" mengenai demo di negaranya.

Baca juga: Minggu Kelima Demo Anti-rezim Lukashenko, Massa Bawa Bendera Lama Belarus

"Saya banyak berbicara dengan banyak presiden. Jika Anda berpikir bahwa Rusia yang hebat bisa mengananinya, Anda salah besar," kata dia.

Halaman:

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Global
Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona di Inggris Mungkin Lebih Mematikan

Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona di Inggris Mungkin Lebih Mematikan

Global
Tenaga Kesehatan Tuntut Penyediaan Masker Bermutu Tinggi karena Varian Baru Virus Corona

Tenaga Kesehatan Tuntut Penyediaan Masker Bermutu Tinggi karena Varian Baru Virus Corona

Global
[UNIK GLOBAL] Suami Bekukan Jenazah Istri | Meme Bernie Sanders Viral

[UNIK GLOBAL] Suami Bekukan Jenazah Istri | Meme Bernie Sanders Viral

Global
Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

Global
Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Global
Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Global
Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Global
7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

Global
Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Global
Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Global
Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Global
Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Global
[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet 'Gerebek' Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet "Gerebek" Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

Global
komentar
Close Ads X