Lewat Game 'Online', Anak 9 Tahun Diculik Pria Dewasa

Kompas.com - 07/09/2020, 19:41 WIB
Ilustrasi penculikan gadis di bawah umur HANDOUTIlustrasi penculikan gadis di bawah umur

YOKOHAMA, KOMPAS.com - Seorang pria di Tokyo ditangkap usai diduga menculik anak sekolah berusia 9 tahun yang dikenalnya melalui game online.

Dilansir dari Japan Today, Akihito Otake (38) ditangkap pada Sabtu kemarin (5/9/2020) dan mengaku telah menculik seorang anak berusia 9 tahun menggunakan mobilnya.

Anak malang itu dikurung selama lebih dari 2 hari. Anak berjenis kelamin perempuan itu diculik di kota Yokohama, barat daya Tokyo sekitar pukul 4 sore waktu setempat pada Rabu lalu.

Baca juga: Dituduh Kumpul Kebo, Wanita Ini Diculik Mantan Pacarnya

Otake mengaku mengundang gadis kecil itu bermain game online bersamanya sebagai taktik agar dia bisa menculik anak itu.

Korban yang bermain game melalui smartphone salah satu orang tuanya diyakini telah berkomunikasi dengan Otake melalui sebuah fasilitas komunikasi di game online tersebut.

Melalui fasilitas itu, Otake membuat janji dengan korbannya, kapan dan di mana mereka harus berjumpa.

Baca juga: Diculik Selama 32 Tahun, Pria Ini Dipertemukan Lagi dengan Orangtuanya

Anak perempuan itu rupanya memberitahu teman-temannya bahwa dia akan bertemu dengan 'seorang teman di Tokyo'.

Namun, karena dia tidak kembali ke rumah lebih dari jam 5 sore, ibunya melapor kepada polisi.

Polisi menggunaan rekaman kamera keamanan lokal dan bisa mengidentifikasi mobil Otake serta melacak pria itu ke kediamannya di Katsushika, Tokyo.

Baca juga: Panchen Lama 25 Tahun Hilang Diculik, Tibet Tuntut China Ungkap Keberadaannya

Mereka menghentikan mobil Otake dan menginterogasi pria itu sekitar pukul 3 pagi hari Sabtu dan menemukan gadis kecil di kursi bagian belakang.

Polisi kemudian menangkap Otake dan membawa gadis malang itu ke dalam rumah perlindungan. Meski begitu, gadis berusia 9 tahun itu dilaporkan tidak mengalami luka fisik apapun.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Global
Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Global
Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai 'Peziarah Perdamaian'

Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai "Peziarah Perdamaian"

Global
3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

Global
[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

Global
Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Internasional
20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Global
7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Global
Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Global
Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Global
Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Global
Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Internasional
Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Global
Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Internasional
China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

Global
komentar
Close Ads X