Kushner Berjumpa Putra Mahkota Arab Saudi MBS, Apa yang Dibahas?

Kompas.com - 02/09/2020, 10:04 WIB
Penasihat senior Presiden AS, Jared Kushner. NICHOLAS KAMM / AFP Penasihat senior Presiden AS, Jared Kushner.

RIYADH, KOMPAS.co - Usai kunjungan luar biasa Amerika Serikat (AS)-Israel di Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (1/9/2020), Jared Kushner, menantu Presiden AS sekaligus penasihat Gedung Putih bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ( MBS) di wilayah Neom, barat laut Arab Saudi.

Keduanya membahas "perlunya melanjutkan negosiasi antara pihak Palestina dan Israel untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi", menurut kantor berita pemerintah Saudi, Saudi Press Agency (SPA).

Mereka juga membahas bagaimana meningkatkan kemitraan AS-Saudi "di segala bidang" untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional serta internasional.

Baca juga: Raja Salman Pecat Komandan Top Arab Saudi karena Diduga Korupsi

Sebelum berjumpa Putra Mahkota Arab Saudi, Kushner juga sempat bertandang ke Bahrain. Kunjungannya itu dilakukan seminggu setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo memanfaatkan momentum UEA-Israel di Bahrain.

Dia bertemu dengan Raja Hamad bin Isa Al-Khalifa, yang mengatakan stabilitas di kawasan itu bergantung pada Arab Saudi, menurut Kantor Berita resmi Bahrain.

Pernyataan itu menggarisbawahi harapan bahwa mereka tidak akan mencapai kesepakatan dengan Israel sebelum perjanjian damai Israel-Palestina diberlakukan.

Baca juga: Berkomitmen Membentuk Negara Palestina, Raja Bahrain Tolak Normalisasi dengan Israel

Arab Saudi sendiri mengatakan tidak akan menormalisasi hubungan sampai Israel menyetujui pembentukan negara Palestina merdeka, sesuai dengan sikap sebagian besar negara Arab yang telah berusia puluhan tahun.

Di bawah perjanjian itu, Israel setuju untuk menangguhkan rencana aneksasi di Tepi Barat yang diduduki, tetapi Netanyahu bersikeras bahwa rencana aneksasi itu "akan tetap dibahas".

Baca juga: Dipuji Trump Tak Caplok Tepi Barat, Ini Bantahan Israel

Sebelumnya, delegasi Amerika Serikat (AS)- Israel telah meninggalkan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ( UEA) pada Selasa kemarin (1/9/2020) usai melakukan kunjungan luar biasa soal hubungan diplomatik antara Israel dengan UEA.

Melansir AFP, UEA dan Israel diharapkan dapat menandatangani perjanjian yang ditengahi oleh AS, perjanjian pertama Israel dengan negara Teluk dan perjanjian ketiga dengan negara Arab, di Gedung Putih dalam beberapa pekan mendatang.

Jared Kushner yang memimpin delegasi, tiba di ibu kota Emirat pada Senin (31/8/2020) dalam penerbangan komersial pertama kalinya dari Tel Aviv.

Media Israel merayakan penerbangan tersebut dengan menyebutnya sebagai simbolisme yang sarat yang dalam terobosan lainnya juga diizinkan melintasi wilayah udara Arab Saudi.

 


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X