Pakistan Kecam Rencana Majalah Charlie Hebdo Cetak Ulang Karikatur Nabi Muhammad

Kompas.com - 02/09/2020, 07:13 WIB
Foto yang diambil pada 1 September 2020 memperlihatkan halaman muka majalah satir Perancis, Charlie Hebdo, bertuliskan Semua ini hanya untuk itu, guna menandai dimulainya sidang terhadap 14 komplotan pelaku Kouachi Bersaudara, yang menyerang kantor mereka pada 7 Januari 2015 di mana 12 orang tewas. AFP PHOTO/-Foto yang diambil pada 1 September 2020 memperlihatkan halaman muka majalah satir Perancis, Charlie Hebdo, bertuliskan Semua ini hanya untuk itu, guna menandai dimulainya sidang terhadap 14 komplotan pelaku Kouachi Bersaudara, yang menyerang kantor mereka pada 7 Januari 2015 di mana 12 orang tewas.

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Pakistan mengecam keputusan Majalah satir Charlie Hebdo pada Selasa (1/9/2020) karena kembali mencetak karikatur Nabi Muhammad.

Sebelumnya, ribuan orang berdemonstrasi di kota-kota Pakistan pada 2015 silam setelah majalah mingguan itu pertama kali menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, yang dianggap banyak negara Islam konservatif sebagai tindakan menghina.

Melalui Twitternya, Juru bicara Kemenlu Pakistan menyatakan, "Pakistan mengutuk keputusan majalah Perancis, Charlie Hebdo yang menerbitkan kembali karikatur Nabi Muhammad Saw yang sangat ofensif."

Baca juga: Majalah Charlie Hebdo Umumkan Bakal Cetak Ulang Karikatur Nabi Muhammad

Melansir Straits Times, menurut Kemenlu Pakistan, tindakan itu merupakan sesuatu yang disengaja untuk menyinggung sentimen masyarakat Muslim dan tindakan itu tidak dapat dibenarkan meski dalam ranah kebebasan berekspresi sekalipun.

"Tindakan itu merusak aspirasi global untuk hidup berdampingan secara damai serta harmoni di dalam lingkup sosial dan antar-agama".

Baca juga: Majalah Charlie Hebdo Bakal Cetak Ulang Karikatur Nabi Muhammad, Begini Sikap Presiden Perancis


Sementara itu di bawah UU Penistaan Agama yang ketat di Pakistan, menghina Nabi Muhammad bisa dijatuhi hukuman mati.

Pada demonstrasi 2015 silam di Karachi, Pakistan, seorang fotografer media Perancis AFP Asif Hassan sempat terkena luka tembak di punggung.

Para pengunjuk rasa pada saat itu meneriakkan slogan-slogan termasuk "matilah Perancis", "matilah para penghujat" dan "(Kami) siap mengorbankan hidup untuk Nabi Muhammad".

Baca juga: Pelaku Teror Charlie Hebdo Ditangkap Saat Hendak Pergi Bergabung dengan ISIS

Adapun sebanyak 12 orang, termasuk beberapa kartunis paling terkenal di Perancis, terbunuh pada 7 Januari 2015, ketika Said dan Cherif Kouachi bersaudara mengamuk di kantor Charlie Hebdo di Paris.

Dan kini, pada Selasa kemarin, majalah satir mingguan itu mengatakan bahwa pihak mereka sedang mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad untuk menandai dimulainya persidangan minggu ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Global
Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Global
Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Global
Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Global
Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Global
Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Global
Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Global
Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Global
Hati-hati Jangan Bawa Kereta Bayi dan Troli lewat Eskalator, Ini Alasannya

Hati-hati Jangan Bawa Kereta Bayi dan Troli lewat Eskalator, Ini Alasannya

Global
Shanghai Targetkan Hidup Normal Lagi pada 1 Juni, Bertahap Akhiri Lockdown Covid-19

Shanghai Targetkan Hidup Normal Lagi pada 1 Juni, Bertahap Akhiri Lockdown Covid-19

Global
Wajah-wajah Figur Publik Ini Dicuri oleh Akun Medsos Palsu untuk Dukung Vladimir Putin

Wajah-wajah Figur Publik Ini Dicuri oleh Akun Medsos Palsu untuk Dukung Vladimir Putin

Global
Korea Selatan Sampaikan Komitmen Mau Bantu Korea Utara Lawan Covid-19

Korea Selatan Sampaikan Komitmen Mau Bantu Korea Utara Lawan Covid-19

Global
Sertifikat Vaksin Covid-19 PeduliLindungi Diakui di Semua Negara ASEAN

Sertifikat Vaksin Covid-19 PeduliLindungi Diakui di Semua Negara ASEAN

Global
NATO Yakin Turki Tak Akan Halangi Finlandia dan Swedia Jadi Anggota

NATO Yakin Turki Tak Akan Halangi Finlandia dan Swedia Jadi Anggota

Global
India Larang Ekpor Gandum karena Gelombang Panas Rusak Panen

India Larang Ekpor Gandum karena Gelombang Panas Rusak Panen

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.