Militer India Tuding China Lakukan "Provokasi" Baru di Perbatasan

Kompas.com - 31/08/2020, 17:48 WIB
Tentara India berjaga di pos perbatasan negara yang terletak di jalan dataran tinggi Ladakh, pada 17 Juni 2020. REUTERS/DANISH ISMAILTentara India berjaga di pos perbatasan negara yang terletak di jalan dataran tinggi Ladakh, pada 17 Juni 2020.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Militer India melayangkan tuduhan kepada China, bahwa mereka melakukan "provokasi" baru di kawasan perbatasan yang menjadi sengketa.

Tudingan itu muncul sejak insiden prajurit kedua negara terlibat adu pukul pada Juni, di mana 20 tentara "Negeri Bollywood" tewas di Himalaya.

Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan India, aksi provokasi itu terjadi Ladakh pada Sabtu malam waktu setempat (29/8/2020).

Baca juga: Lembah Galwan, Kawasan Tinggi dan Sangat Dingin, Mengapa Diperebutkan?

"Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melancarkan provokasi untuk mengubah status quo di perbatasan," terang kementerian pertahanan.

Dikutip AFP Senin (31/8/2020), tidak dijelaskan apakah ada konflik di sana, di mana militer kedua negara kemudian menggelar pembicaraan.

Pada 15 Juni, pasukan dua negara terlibat konflik tangan kosong. Selain 20 korban tewas dari India, Beijing mengaku tentaranya juga jadi korban meski tak menyebutkan jumlah.

Kedua pihak saling menyalahkan dalam insiden paling mematikan sejak mereka terlibat perang perbatasan yang terjadi 1962 silam.

Sejak konflik yang terjadi Juni, keduanya mengerahkan puluhan ribu personel, di mana pembicaraan tingkat militer dan diplomasi menemui jalan buntu.

Militer "Negeri Bollywood" menyatakaan, pasukan "Negeri Panda" sudah melanggar konsensus untuk mengurangi ketegangan di Lembah Galwan.

New Delhi menerangkan mereka berusaha mengantisipasi aktivitas PLA di tepi selatan Danau Pangong Tso, serta memperkuat posisi mereka.

India mengatakan, mereka berusaha untuk mencegah niat Beijing mengubah garis wilayah, di mana pemimpin militer dua negara bertemu di Chushul untuk meredakan situasi.

Beijing sendiri tidak mengomentari tuduhan yang dilayangkan tetangganya tersebut. Meski begitu, mereka menegaskan menghormati Garis Kontrol Aktual (LAC).

"Pasukan perbatasan dari kedua belah pihak selalu menggelar komunikasi terkait isu di lapangan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.

Baca juga: Konflik Perbatasan dengan China, PM India Sebut Kematian Tentaranya Tak Akan Sia-sia


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Monolit' Logam Misterius yang Dikira dari Dunia Lain Dilaporkan Menghilang

"Monolit" Logam Misterius yang Dikira dari Dunia Lain Dilaporkan Menghilang

Global
Korea Utara Dikabarkan Meretas Perusahaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Korea Utara Dikabarkan Meretas Perusahaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Global
Jasad Wanita Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah, Arab Saudi

Jasad Wanita Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah, Arab Saudi

Global
Sebuah Investigasi Klaim Presiden Putin Punya Anak Perempuan di Luar Nikah

Sebuah Investigasi Klaim Presiden Putin Punya Anak Perempuan di Luar Nikah

Global
Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Global
Dilaporkan Hampir Punah, Harimau Hitam di India Akhirnya Muncul

Dilaporkan Hampir Punah, Harimau Hitam di India Akhirnya Muncul

Global
Kekurangan Kasur, RS di Rusia Tempatkan Pasien Covid-19 di Bangsal Bobrok

Kekurangan Kasur, RS di Rusia Tempatkan Pasien Covid-19 di Bangsal Bobrok

Global
Ribuan Tank dan Pesawat Tempur Gambarkan Hebatnya Kekuatan Militer Uni Soviet Pada Masanya

Ribuan Tank dan Pesawat Tempur Gambarkan Hebatnya Kekuatan Militer Uni Soviet Pada Masanya

Global
Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Global
Jet Tempur Inggris Cegat 2 Pesawat Militer Rusia di Laut Utara

Jet Tempur Inggris Cegat 2 Pesawat Militer Rusia di Laut Utara

Global
Tinggal Bersama 480 Kucing dan 12 Anjing, Wanita Ini Habiskan Rp 109 Juta Per Bulan

Tinggal Bersama 480 Kucing dan 12 Anjing, Wanita Ini Habiskan Rp 109 Juta Per Bulan

Global
Anwar Ibrahim Minta 'Satu Minggu Lagi' untuk Buktikan Suara Mayoritas

Anwar Ibrahim Minta "Satu Minggu Lagi" untuk Buktikan Suara Mayoritas

Global
Awalnya Dituduh Mata-mata, Dosen Ini Rupanya Ditahan Iran karena Berkencan dengan Warga Israel

Awalnya Dituduh Mata-mata, Dosen Ini Rupanya Ditahan Iran karena Berkencan dengan Warga Israel

Global
Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Global
[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

Global
komentar
Close Ads X