Konflik Perbatasan dengan China, PM India Sebut Kematian Tentaranya Tak Akan Sia-sia

Kompas.com - 17/06/2020, 18:44 WIB
Dalam foto yang dirilis 5 Mei 2013, menunjukkan tentara China membentangkan banner bertuliskan Kalian melewati batas, kembalilah di Ladakh, India. Dua negara terlibat konflik pertama dalam 45 tahun terakhir di perbatasan, di mana tentara mereka terlibat pertarungan tangan kosong yang menyebabkan puluhan prajurit tewas dan terluka. AP Photo/FileDalam foto yang dirilis 5 Mei 2013, menunjukkan tentara China membentangkan banner bertuliskan Kalian melewati batas, kembalilah di Ladakh, India. Dua negara terlibat konflik pertama dalam 45 tahun terakhir di perbatasan, di mana tentara mereka terlibat pertarungan tangan kosong yang menyebabkan puluhan prajurit tewas dan terluka.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan kematian pasukannya tak akan sia-sia di tengah konflik perbatasan dengan China.

Konflik bermula ketika pasukan dua negara terlibat baku hantam dengan tongkat, pemukul, dan bambu di Ladakh, kawasan sengketa di Kashmir.

Kedua belah pihak bersikeras tidak ada yang menembakkan senjata dalam insiden yang berlangsung Senin waktu setempat itu (15/6/2020).

Baca juga: Konflik Perbatasan Tewaskan Puluhan Tentara, China dan India Saling Tuding

Militer India menyatakan, 20 tentara mereka tewas dalam konflik perbatasan dengan China, termasuk perwira Resimen 16 Bihar, Kolonel Santosh Babu.

New Delhi menyatakan, pasukan Negeri "Panda" ada yang menjadi korban dalam konflik tersebut. Meski, tak disebutkan berapa jumlahnya.

Hanya, dilaporkan kantor berita ANI yang mengutip sumber, terdapat lebih dari 40 tentara yang tewas maupun terluka dalam insiden itu.

"Saya ingin memastikan kepada negara ini bahwa pengorbanan pasukan kita tidak akan sia-sia," jelas Modi dalam pidato yang disiarkan di televisi.

PM India dari Partai Bharatiya Janata itu menyatakan, persatuan dan integritas Negeri "Bollywood" adalah yang paling penting.

"India ingin damai. Namun kami siap untuk membalas jika saja mendapat provokasi," tegasnya seperti diwartakan AFP Rabu (17/6/2020).

Insiden baku hantam militer dua negara, yang menyebabkan puluhan serdadu tewas, menuai kemarahan di India dengan publik membakar bendera China.

Halaman:

Sumber BBC,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X