Ditanya Wartawan Soal Setoran Dana ke Rekening Istrinya, Presiden Brasil: Kupukul Wajahmu

Kompas.com - 24/08/2020, 10:51 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat menghadiri pertemuan dengan para gubernur di Brasil, untuk menentukan strategi menangani wabah virus corona. Pertemuan dihelat di Brasilia, Brasil, 23 Maret 2020. Joedson Alves/EPA-EFEPresiden Brasil Jair Bolsonaro saat menghadiri pertemuan dengan para gubernur di Brasil, untuk menentukan strategi menangani wabah virus corona. Pertemuan dihelat di Brasilia, Brasil, 23 Maret 2020.

BRASILIA, KOMPAS.com – Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan akan memukul wajah seorang wartawan ketika ditanya tentang setoran dana di rekening istrinya oleh mantan asisten salah satu putranya.

“Aku akan memukulmu di wajah, mengerti?” jawab Bolsonaro kepada wartawan dari koran O Globo sebagaimana dilansir dari Reuters, Minggu (23/8/2020).

Fabricio Queiroz adalah ajudan Senator Flavio Bolsonaro, putra tertua Bolsonaro, saat menjadi legislator negara bagian Rio de Janeiro sebagaimana dilansir dari Reuters.

Mantan ajudan itu ditahan dalam penyelidikan atas simpanan bank yang sebesar 1,2 juta real Brasil (Rp 3,1 miliar).

Baca juga: Istri Presiden Brasil Michelle Bolsonaro Positif Covid-19 Usai Suaminya Sembuh

Pertanyaan tentang Queiroz tampaknya mengganggu Bolsonaro dan melanggar janjinya untuk tidak menoleransi korupsi.

Dilansir dari The Guardian, di media Brasil melaporkan bahwa antara 2011 dan 2017 setidaknya 89.000 real Brasil (Rp 233 juta) telah dibayarkan ke rekening ibu negara Brasil, Michelle Bolsonaro.

Bolsonaro bersumpah untuk memberantas korupsi ketika memegang tampuk kekuasaan pada 2018.

Saat dia berdiri di luar Katedral Katolik Brasilia, Bolsonaro kemudian mencap jurnalis dari O Globo itu sebagai safado (kantong kotoran).

Baca juga: Presiden Brasil Sebut Laporan Kebakaran Hutan Amazon Adalah Kebohongan

Komentarnya langsung memicu kecaman dari anggota media dan politikus oposisi.

“Perilaku semacam ini tidak hanya menunjukkan kurangnya sopan santun. Ini juga merupakan upaya untuk mengintimidasi pers dan mencegah interogasi,” kata presiden Asosiasi Pers Brasil, Paulo Jeronimo, kepada O Globo.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X