Pemerintah AS Menangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong karena Khawatir Intervensi China

Kompas.com - 20/08/2020, 18:07 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo saat berbicara di briefing virus corona di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, 6 Mei 2020. KEVIN LAMARQUE/REUTERSMenteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo saat berbicara di briefing virus corona di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, 6 Mei 2020.

 

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat telah secara resmi menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong karena kekhawatiran bahwa UU Keamanan Nasional baru pemerintah China mengintervensi otonomi Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (19/8/2020), mengumumkan bahwa Washington akan menangguhkan atau menghilangkan 3 perjanjian dengan Hong Kong.

Melansir CNN pada Kamis (20/8/2020), 3 perjanjian tersebut, meliputi "penyerahan pelanggar buronan, pemindahan orang yang dijatuhi hukuman, dan pembebasan pajak timbal balik atas penghasilan."

Baca juga: Taiwan Beli Jet Tempur F-16 dari AS, China Berang

Pemerintah AS menuduh Beijing merusak "otonomi tingkat tinggi yang (pemerintah China) janjikan kepada Inggris dan rakyat Hong Kong selama 50 tahun di bawah Deklarasi Bersama Sino-Inggris yang terdaftar di PBB."

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan di Twitter resminya, bahwa perjanjian telah ditangguhkan karena Partai Komunis China yang berkuasa telah memilih "untuk menghancurkan kebebasan dan otonomi rakyat Hong Kong."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China pada 1997, Hong Kong telah menikmati status perdagangan dan keamanan khusus dengan AS, yang didasarkan pada otonomi tingkat tinggi yang dimiliki pusat keuangan itu dari Beijing.

Baca juga: Kepala Intelijen AS: China, Rusia, dan Iran Berusaha Pengaruhi Pilpres AS Tahun Ini

Namun, pada akhir Juni, setelah berbulan-bulan terjadi aksi protes pro-demokrasi yang meluas dan seruan untuk otonomi yang lebih besar di dalam kota bekas koloni Inggris ini, pemerintah China memberlakukan UU Keamanan Nasional baru yang ketat di Hong Kong.

Regulasi tersebut mengkriminalisasi orang-orang yang terlibat dalam rencana pemisahan diri, subversi, terorisme, dan campur tangan asing.

Kritikus, termasuk pemerintah AS, berpendapat bahwa UU baru tersebut memiliki efek mengerikan yang besar pada kebebasan sipil kota dan sangat merusak kebebasan berbicara, serta kebebasan pers.

Baca juga: Intel AS: China Ingin Trump Kalah Pemilu karena Tak Bisa Ditebak

Pada 14 Juli, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri status perdagangan khusus Hong Kong dengan AS sebagai tanggapan atas disahkannya UU Keamanan Nasional Beijing.

Halaman:

Sumber CNN
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Konten Berbahaya Pura-pura Tersambar Kereta Api, Influencer India Langsung Dipolisikan

Bikin Konten Berbahaya Pura-pura Tersambar Kereta Api, Influencer India Langsung Dipolisikan

Global
Peneliti Temukan Komet Terbesar, Seribu Kali Lebih Besar dari Lainnya

Peneliti Temukan Komet Terbesar, Seribu Kali Lebih Besar dari Lainnya

Global
Pabrik Kimia Jerman Meledak, Warga Diminta Tutup Rapat Jendela dan Pintu Rumah

Pabrik Kimia Jerman Meledak, Warga Diminta Tutup Rapat Jendela dan Pintu Rumah

Global
Jeff Bezos Tawarkan NASA Puluhan Triliun agar Dapat Kontrak Misi ke Bulan

Jeff Bezos Tawarkan NASA Puluhan Triliun agar Dapat Kontrak Misi ke Bulan

Global
Kisah Perang Sepak Bola: Honduras vs El Salvador Bertempur Usai Kualifikasi Piala Dunia 1970

Kisah Perang Sepak Bola: Honduras vs El Salvador Bertempur Usai Kualifikasi Piala Dunia 1970

Internasional
Polisi India Selidiki Video Istri Pergoki Suaminya Tidur dengan Wanita Lain

Polisi India Selidiki Video Istri Pergoki Suaminya Tidur dengan Wanita Lain

Global
Proposal Pertama Perjalanan Ruang Angkasa Ternyata Dibuat Tahun 1600-an, Siapa Penulisnya?

Proposal Pertama Perjalanan Ruang Angkasa Ternyata Dibuat Tahun 1600-an, Siapa Penulisnya?

Global
Viral Video Sembilan Atlet Buktikan Klaim Tempat Tidur Anti-sex di Olympic Village

Viral Video Sembilan Atlet Buktikan Klaim Tempat Tidur Anti-sex di Olympic Village

Global
Puluhan Warga Afghanistan Diseret dari Rumahnya dan Dieksekusi oleh Taliban

Puluhan Warga Afghanistan Diseret dari Rumahnya dan Dieksekusi oleh Taliban

Global
Kudanya Sakit Gigi, Atlet Equestrian Ini Gagal Berlaga di Olimpiade Tokyo

Kudanya Sakit Gigi, Atlet Equestrian Ini Gagal Berlaga di Olimpiade Tokyo

Global
Sering Dianggap Kontroversial, Elon Musk: 'Saya Banyak Menggali Kuburan Saya Sendiri'

Sering Dianggap Kontroversial, Elon Musk: "Saya Banyak Menggali Kuburan Saya Sendiri"

Global
Atlet Anggar Ini Dilamar Pelatihnya meski Kalah di Olimpiade Tokyo

Atlet Anggar Ini Dilamar Pelatihnya meski Kalah di Olimpiade Tokyo

Global
Badai Pasir Setinggi 100 Meter Melanda China

Badai Pasir Setinggi 100 Meter Melanda China

Global
Kasus Covid-19 Naik, Ajudan Angela Merkel Sebut Rencana Pembatasan

Kasus Covid-19 Naik, Ajudan Angela Merkel Sebut Rencana Pembatasan

Global
China Pasang Utusan Baru untuk Afghanistan, Niat Cegah Perang Saudara Lintas Perbatasan

China Pasang Utusan Baru untuk Afghanistan, Niat Cegah Perang Saudara Lintas Perbatasan

Global
komentar
Close Ads X