Kompas.com - 20/08/2020, 16:58 WIB
Kim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 27 April 2018. POOL New via REUTERSKim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 27 April 2018.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada adiknya, sebagai upaya meredakan stres.

Kabar itu disampaikan oleh dinas intelijen negara tetangga Korea Selatan, sebagaimana dilaporkan oleh media lokal Yna.co.kr.

Dinas Intelijen Nasional (NIS) dalam laporannya menuturkan, Kim Jong Un masih mungkin mendapatkan "kekuasaan tak terbatas".

Baca juga: Buntut Ledakkan Kantor Penghubung, Adik Kim Jong Un Bakal Diselidiki Korsel

"Meski Ketua Kim masih memperoleh kekuasaan tak terbatas, dia secara bertahap sudah menyerahkan sebagian kekuasaannya," jelas NIS.

Dilansir Daily Mirror Kamis (20/8/2020), Kim memberikan kekuasaan itu guna "melepas stres" setelah memerintah Korea Utara selama sembilan tahun terakhir.

Di antara pejabat yang mendapat limpahan kuasanya adalah adik perempuan sekaligus sosok yang dianggap sebagai tangan kanannya, Kim Yo Jong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juli lalu, Kim Yo Jong melontarkan pernyataan bahwa Korut "tidak akan mengancam AS", seraya menolak untuk terlibat dalam perundingan denuklirisasi selanjutnya.

Meski begitu dalam pernyataan yang dikutip KCNA, Kim adik menerangkan bahwa "sebuah kejutan mungkin saja bakal terjadi di masa depan".

Adapun kabar Kim Jong Un membagi-bagi kekuasaan itu terjadi setelah dalam laporan militer AS, Korea Utara mempunyai 60 bom nuklir.

Selain senjata nuklir, negara yang menganut ideologi Juche itu juga disebut sebagai negara dengan senjata kimia terbanyak di dunia.

Dalam laporan bertajuk "North Korea Tactics", Korea Utara menyimpan bom nuklir sebanyak itu agar negara lain tak coba-coba mengusik rezim Kim Jong Un.

"Diyakini, Korut mempunyai 20-60 bom nuklir, dengan kemampuan memproduksi enam hulu ledak baru setiap tahun," demikian laporan militer AS.

Dalam laporan itu, disebutkan Pyongyang begitu gigih mengejar kapasitas senjata nuklir mereka agar tak ada yang melakukan pergantian rezim.

Berdasarkan pengamatan mereka, negara yang didirikan oleh Kim Il Sung tersebut diprediksi bakal mempunyai 100 hulu ledak nuklir pada akhir 2020.

Baca juga: Adik Kim Jong Un: Kejutan Masih Mungkin Akan Terjadi


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pernikahan Pasangan Ini Batal Kurang dari 24 Jam Sebelum Upacara Gara-gara Kasus Covid-19

Pernikahan Pasangan Ini Batal Kurang dari 24 Jam Sebelum Upacara Gara-gara Kasus Covid-19

Global
Perburuan Badak Liar di Afrika Selatan Melonjak Tajam

Perburuan Badak Liar di Afrika Selatan Melonjak Tajam

Global
Mantan Ibu Negara Haiti Curiga Pengusaha Kuat di Negaranya Terlibat Pembunuhan Presiden

Mantan Ibu Negara Haiti Curiga Pengusaha Kuat di Negaranya Terlibat Pembunuhan Presiden

Global
Taliban Akui Anggotanya Bunuh Komedian Ternama Afghanistan

Taliban Akui Anggotanya Bunuh Komedian Ternama Afghanistan

Global
Mantan Ibu Negara Haiti Ungkap Bagaimana Dia Lolos di Malam Pembunuhan Presiden

Mantan Ibu Negara Haiti Ungkap Bagaimana Dia Lolos di Malam Pembunuhan Presiden

Global
Cegah Mutasi Baru Virus Corona, Vaksinasi dan Prokes Ketat Diperlukan

Cegah Mutasi Baru Virus Corona, Vaksinasi dan Prokes Ketat Diperlukan

Global
27 Akun Email Jaksa AS Diretas, Berisi Informasi Penting

27 Akun Email Jaksa AS Diretas, Berisi Informasi Penting

Global
Korban Tewas akibat Kebakaran di Turki Capai 6 Orang

Korban Tewas akibat Kebakaran di Turki Capai 6 Orang

Global
UNIK GLOBAL: 2 Geng Monyet Bentrok Rebutan Makanan | Pria Tidur 300 Hari dalam Setahun

UNIK GLOBAL: 2 Geng Monyet Bentrok Rebutan Makanan | Pria Tidur 300 Hari dalam Setahun

Global
China Akui Varian Delta Penyebab Lonjakan Covid-19 Terbaru, 14 Provinsi Terinfeksi

China Akui Varian Delta Penyebab Lonjakan Covid-19 Terbaru, 14 Provinsi Terinfeksi

Global
Kapal Tanker Minyak Diserang di Lepas Pantai Oman Tewaskan Dua Awak, Israel Tuduh Iran

Kapal Tanker Minyak Diserang di Lepas Pantai Oman Tewaskan Dua Awak, Israel Tuduh Iran

Global
Misteri Hilangnya Jimmy Hoffa, Pemimpin Kaum Buruh AS yang Berpengaruh

Misteri Hilangnya Jimmy Hoffa, Pemimpin Kaum Buruh AS yang Berpengaruh

Internasional
Salju Turun untuk Kali Pertama di Brasil, Warga Keheranan

Salju Turun untuk Kali Pertama di Brasil, Warga Keheranan

Global
AS Setujui Penjualan Helikopter Kargo Senilai Miliaran Dollar AS ke Israel

AS Setujui Penjualan Helikopter Kargo Senilai Miliaran Dollar AS ke Israel

Global
Terdakwa Kerusuhan Capitol Tolak Pakai Masker, Hakim Federal AS Bertindak Tegas

Terdakwa Kerusuhan Capitol Tolak Pakai Masker, Hakim Federal AS Bertindak Tegas

Global
komentar
Close Ads X