Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Ngotot" Amazon Tidak Kebakaran, Wapres Brasil Tantang Leonardo DiCaprio Masuk Hutan

Kompas.com - 20/08/2020, 15:32 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

BRASILIA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Brasil Hamilton Mourao ingin menunjukkan bahwa hutan hujan Amazon tidak benar-benar terbakar.

Ia pun menantang aktor dan pemerhati lingkungan Leonardo DiCaprio, untuk berjalan di tengah hutan Amazon selama 8 jam.

Mourao yang mengepalai gugus tugas Presiden Jair Bolsonaro untuk memerangi deforestasi, mempermasalahkan DiCaprio yang me-repost video Instagram dari surat kabar The Guardian yang berisi gambar-gambar hutan hujan terbesar di dunia itu terbakar.

Baca juga: 38 Suku Amazon di Brasil Terinfeksi Virus Corona

"Saya ingin mengundang kritikus terbaru kami, aktor Leonardo DiCaprio, untuk ikut dengan saya ke Sao Gabriel da Cachoeira (di Brasil Utara) dan berjalan 8 jam di hutan," kata Mourao dikutip dari AFP Kamis (20/8/2020).

Wapres "Negeri Samba" tersebut mengatakannya di sebuah acara tentang pembangunan berkelanjutan di Amazon, yang diselenggarakan Konfederasi Industri Nasional (CNI).

"Dia akan lebih memahami cara kerja di wilayah yang sangat luas ini," tambah wapres.

Baca juga: Tidak Mendapat Perawatan Medis, Tabib Suku Amazon Obati Pasien Covid-19 dengan Resep Tradisional Nenek Moyang

DiCaprio merupakan pencinta lingkungan yang vokal. Ia me-repost konten video The Guardian di akun Instagram-nya pada Jumat (14/8/2020).

Caption video itu menyertakan data satelit dari badan antariksa Brasil, INPE, yang menunjukkan jumlah kebakaran di Amazon pada Juli meningkat 28 persen dari bulan yang sama di tahun sebelumnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

From The @Guardian: The number of fires burning in Brazil's Amazon in July was up 28% on the same month last year, according to data from Brazil's space research agency INPE. Early numbers for August also show a 7% increase. Brazil's president, Jair Bolsonaro, is under pressure internationally to curb the fires, but he has publicly doubted the severity of them in the past claiming opponents and indigenous communities were responsible. Last year's Amazon wildfires were devastating enough, but with the weather being drier this year so far, as well as the Coronavirus pandemic which has killed more than 99,000 Brazilians, there is growing concern that the ongoing deforestation isn't getting enough attention. . . . . . . #Brazil #Amazon #Rainforest #Wildfires #Deforestation

A post shared by Leonardo DiCaprio (@leonardodicaprio) on Aug 14, 2020 at 11:03am PDT

Angka awal untuk Agustus juga menunjukkan peningkatan.

"Presiden Brasil Jair Bolsonaro dalam tekanan dunia untuk menghentikan kebakaran, tetapi ia secara terbuka meragukan tingkat keparahan kebakaran di masa lalu, yang mengklaim para lawannya serta masyarakat adat yang harus bertanggung jawab," tulis caption unggahan tersebut.

Bolsonaro juga dikecam karena meningkatnya deforestasi dan kebakaran besar di Amazon tahun lalu.

Baca juga: Presiden Brasil Sebut Laporan Kebakaran Hutan Amazon Adalah Kebohongan

Namun ia meremehkan masalah ini, dengan mengatakan pada minggu lalu bahwa "cerita kebakaran Amazon ini kebohongan".

Akan tetapi ia juga tidak mau protes besar di seluruh dunia seperti tahun lalu terulang.

Pada Juli ia mengeluarkan larangan 120 hari bagi petani dan peternak, untuk membersihkan ladang mereka dengan metode tebang dan bakar.

Menurut para pakar, metode itu adalah penyebab utama kebakaran di Amazon.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Jadi Korban Meninggal Covid-19 Ketiga di Pedalaman Amazon

Presiden yang sempat terkena Covid-19 itu juga mengerahkan tentara ke Amazon jelang kebakaran musiman tahun ini, yang mana sedang berlangsung.

Mourao mengklaim kebijakan itu membuahkan hasil.

Dia menyebut deforestasi di Amazon Brasil menurun 36 persen pada Juli 2020 dibandingkan catatan pada Juli 2019.

Namun data yang sama juga menunjukkan deforestasi meningkat 34,5 persen dalam 12 bulan hingga Juli, dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Kepala Suku Amazon Tewas karena Covid-19, Pemakaman Diiringi Tarian dan Nyanyian

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Serangan Ukraina di Belgorod Rusia, 9 Orang Terluka

Serangan Ukraina di Belgorod Rusia, 9 Orang Terluka

Global
Inggris Selidiki Klaim Hamas Terkait Seorang Sandera Terbunuh di Gaza

Inggris Selidiki Klaim Hamas Terkait Seorang Sandera Terbunuh di Gaza

Global
Serangan Drone Ukraina Sebabkan Kebakaran di Kilang Minyak Volgograd Rusia

Serangan Drone Ukraina Sebabkan Kebakaran di Kilang Minyak Volgograd Rusia

Global
PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza Segera, Perang Harus Dihentikan

PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza Segera, Perang Harus Dihentikan

Global
Pendaki Nepal, Kami Rita Sherpa, Klaim Rekor 29 Kali ke Puncak Everest

Pendaki Nepal, Kami Rita Sherpa, Klaim Rekor 29 Kali ke Puncak Everest

Global
4.073 Orang Dievakuasi dari Kharkiv Ukraina akibat Serangan Rusia

4.073 Orang Dievakuasi dari Kharkiv Ukraina akibat Serangan Rusia

Global
Macron Harap Kylian Mbappe Bisa Bela Perancis di Olimpiade 2024

Macron Harap Kylian Mbappe Bisa Bela Perancis di Olimpiade 2024

Global
Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Global
Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Global
Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Global
Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Global
Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Global
Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Global
Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Global
Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com