Kepala Suku Amazon Tewas karena Covid-19, Pemakaman Diiringi Tarian dan Nyanyian

Kompas.com - 15/05/2020, 17:18 WIB
Prosesi pemakaman kepala suku Kokama yang meninggal karena Covid-19. Peti matinya terbuat dari kayu dan dibungkus plastik. Pemakaman Messias Kokama (53) diiringi dengan tarian dan nyanyian oleh masyarakat setempat di Manaus, Brasil, 14 Mei 2020. BRUNO KELLY/REUTERSProsesi pemakaman kepala suku Kokama yang meninggal karena Covid-19. Peti matinya terbuat dari kayu dan dibungkus plastik. Pemakaman Messias Kokama (53) diiringi dengan tarian dan nyanyian oleh masyarakat setempat di Manaus, Brasil, 14 Mei 2020.

MANAUS, KOMPAS.com - Ketika kepala suku Messias Kokama meninggal pada Kamis (14/5/2020) karena virus corona, rakyat setempat tetap memakamkannya diiringi tarian dan nyanyian.

Sang kepala suku memang meninta pemakamannya diadakan seperti itu, sebagaimana diberitakan Reuters.

Rakyat menyanyikan lagu kebangsaan Brasil dalam bahasa Ticuna, salah satu dari 14 bahasa asli yang dituturkan di pedalaman pinggiran Manaus.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Jadi Korban Meninggal Covid-19 Ketiga di Pedalaman Amazon

Di sanalah lokasi tempat tinggal 2.500 keturunan dari 35 suku Amazon berbeda.

Kepala suku Kokama meninggal di usia 53 tahun pada Rabu (13/5/2020) karena gangguan pernapasan dan komplikasi lain dari Covid-19.

Ia sempat dirawat di rumah sakit utama Manaus, kota terbesar Brasil di hutan hujan Amazon.

Baca juga: Brasil Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Kelompok Etnis Hutan Amazon

"Kami kehilangan seorang kepala suku pemberani yang berjuang membentuk model masyarakat adat dengan pendidikan dan layanan berkualitas," kata Vanderlecia Ortega.

Vanderlecia merupakan perawat pribumi yang menangani kepala suku saat terinfeksi virus corona. Ia yang memanggil ambulans dan membawa Kokama ke rumah sakit.

Melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di Brasil turut merembet ke rumah sakit di Manaus. Para pasien yang meninggal dikubur di pemakaman massal dan tidak boleh dihadiri lebih dari dua kerabat.

Baca juga: Covid-19, Kota di Brasil Mulai Gali 13.000 Kuburan

Sebagai pemimpin pemukiman yang disebut Parque das Tribos, otoritas kota membuat pengecualian untuk memungkinkan masyarakat berkumpul memberi penghormatan kepada Kokama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X