Australia Alokasikan Dana Sebesar 1,4 Juta Dollar AS kepada Lebanon untuk Bangkit dari Tragedi Ledakan Dahsyat

Kompas.com - 05/08/2020, 22:23 WIB
Helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di kawasan pelabuhan di Beirut, Ibu Kota Lebanon, Selasa (4/8/2020). Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya dilaporkan terluka dari insiden dua ledakan besar yang mengguncang Beirut tersebut. AFP/STRHelikopter memadamkan api di lokasi ledakan di kawasan pelabuhan di Beirut, Ibu Kota Lebanon, Selasa (4/8/2020). Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya dilaporkan terluka dari insiden dua ledakan besar yang mengguncang Beirut tersebut.


BEIRUT, KOMPAS.com - Merespons bencana yang terjadi di Beirut, Lebanon atas ledakan dahsyat yang menewaskan 100 orang dan 4.000 orang luka-luka, Australia memberikan dana bantuan senilai 1,4 juta dollar AS (Rp 20,4 miliar) kepada Lebanon untuk pulih dari dampak ledakan.

Melansir Al Jazeera pada Rabu (5/8/2020), Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dana bantuan tersebut akan dialokasikan melalui Program Pangan Dunia dan Palang Merah, untuk memastikan makanan, perawatan medis, dan barang-barang penting diberikan tepat sasaran kepada masyarakat yang terkena dampak.

Baca juga: Presiden Lebanon Janjikan Penyelidikan Transparan terhadap Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Payne mengatakan Australia dan Lebanon memiliki hubungan yang kuat yang dibangun di atas ikatan komunitas yang luas, dan lebih dari 230.000 orang Australia memiliki warisan Lebanon.

Sementara, melansir News pada Rabu (5/8/2020), Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan dampak dari ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon telah menewaskan 1 orang warga Australia, dan kedutaan Australia di sana rusak.

Baca juga: Kisah Rakyat Lebanon, Bahu-membahu Tampung Korban Ledakan

"Kami dapat melaporkan semua staf di sana dengan kondisi baik, tetapi tidak dengan gedung tempat kedutaan (Australia). Saya senang bahwa selain dari beberapa luka dan goresan, semua staf kami baik-baik saja," kata Morrison.

Ia juga menyampaikan simpatinya terhadap masyarakat Lebanon. "Tapi, simpati kami kepada semua orang Lebanon. Ada komunitas Australia Lebanon yang begitu besar di sini dan mereka akan mengkhawatirkan orang-orang yang dicintai," ucapnya.

Baca juga: Akibat Ledakan Besar di Lebanon 300.000 Penduduk Kehilangan Rumah

Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne menambahkan bahwa beberapa staf kedutaan dihantam kaca terbang, ketika jendela-jendela gedung itu meledak.

Ledakan itu menghancurkan rumah, kantor, dan bangunan lain di sekitar distrik pelabuhan.

Ledakan besar pada Selasa malam itu, adalah ledakan paling kuat dalam beberapa tahun yang melanda Beirut, sebuah kota di Laut Mediterania yang dihuni sekitar 2,2 juta orang.

Baca juga: Pasca-Ledakan Dahsyat Palang Merah Lebanon Terdesak Kebutuhan Donor Darah

Banyak yang kehilangan pekerjaan, sementara nilai tabungan mereka menyusut karena mata uang Lebanon jatuh nilainya terhadap dollar AS. Sehingga banyak orang yang miskin.

Pasca-ledakan dahsayat, rumah sakit yang menjadi tujuan para korban dengan cepat meminta pasokan donasi darah dan generator agar lampu dapat terus menyala.

Baca juga: Rusia Kirim 5 Pesawat Berisi Bantuan Kemanusiaan, Perancis Kirim 2 Pesawat Militer Pasca-ledakan di Lebanon


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X