Dubes Rusia: Hubungan Inggris dengan Rusia Hampir Membeku

Kompas.com - 05/08/2020, 22:18 WIB
Dubes Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin Embassy of the Russian Federation to the United Kingdom of Great Britain and Northern IrelandDubes Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin

LONDON, KOMPAS.com – Duta Besar ( Dubes) Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, telah memperingatkan bahwa hubungan antara London dan Moskwa "hampir membeku".

Dia menambahkan bahwa Kremlin "tidak terburu-buru" untuk meningkatkan hubungannya dengan Inggris sebagaimana diwartakan oleh Business Insider, Rabu (5/8/2020).

Andrei Kelin membantah tuduhan Inggris belakangan ini bahwa Rusia telah berusaha ikut campur dalam pemilihan Inggris.

Pria yang ditunjuk Pesiden Rusia Vladimir Putin menjadi Dubes untuk Inggris tersebut menuduh Inggris telah melebih-lebihkan.

Baca juga: Replika Hagia Sophia Akan Dibangun di Suriah dan Didanai Rusia

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Daily Mail, Kelin membantah bahwa Rusia melakukan kampanye peretasan siber terhadap Inggris.

Dia juga membantah tuduhan Inggris baru-baru ini bahwa Rusia mencoba mencuri penelitian virus corona dari laboratorium di Inggris dan di tempat lain di dunia.

Bulan lalu, Pemerintah Inggris menuding bahwa peretas yang "hampir pasti" bekerja untuk badan intelijen Rusia telah menargetkan fasilitas penelitian vaksin virus corona di Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Kanada.

Kelin juga mengatakan dia "tidak tahu" tentang insiden yang diduga di mana aktor Rusia dikatakan telah meretas email Liam Fox, seorang mantan menteri Kabinet Inggris, dalam upaya untuk memengaruhi pemilihan umum tahun lalu.

Baca juga: Anak dari Tahanan Politik Rusia Ditemukan Tewas Setelah 3 Hari Menghilang, Diduga Dibunuh

"Ini adalah tuduhan tidak masuk akal yang tidak kami mengerti," kata Kelin.

Dia menambahkan Inggris terlalu membesar-besarkan sebuah isu. Kelin mengatakan ruang lingkup Inggris dalam perpolitikan Rusia tidaklah sebesar itu.

“Kami memiliki masalah lain yang jauh lebih besar," sambung Kelin.

Sebuah laporan oleh Komite Intelijen dan Keamanan berpengaruh Inggris pada Juli mengklaim bahwa Rusia terlibat dalam "campur tangan asing yang bermusuhan".

Baca juga: Tensi Tinggi dengan Rusia, AS Akan Tarik 11.900 Pasukan dari Jerman

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X