Inggris dan China Ribut Lagi, Kali Ini soal Pelanggaran HAM di Xinjiang

Kompas.com - 20/07/2020, 16:55 WIB
Tangkapan layar dari sebuah video di Twitter yang diduga sebagai kamp kerja paksa di Xinjiang. Twitter @studioincendoTangkapan layar dari sebuah video di Twitter yang diduga sebagai kamp kerja paksa di Xinjiang.

BEIJING, KOMPAS.com - China pada Senin (20/7/2020) membalas komentar Inggris tentang tudingan kasus pelanggaran HAM di Xinjiang.

Inggris melalui Menteri Luar Negerinya menuduh Beijing telah melakukan pelanggaran HAM "kelas berat" terhadap etnis dan agama minoritas di barat laut wilayah Xinjiang.

Para kelompok Hak Asasi Manusia dan para pakar memperkirakan, lebih dari 1 juta etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya dikurung dalam kamp-kamp khusus.

Baca juga: Karena Virus Corona, Ibu Kota Xinjiang di China Deklarasikan Darurat Perang

China menyebut itu adalah fasilitas pelatihan kerja dan untuk menjauhkan orang-orang tersebut dari ekstremisme.

Akan tetapi Menlu Inggris Dominic Raab pada Minggu (19/7/2020) berkata ke BBC, "Jelas ada pelanggaran HAM berat, mengerikan yang terjadi... itu sangat, sangat meresahkan."

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin kemudian menganggap komentar itu "tidak lain hanya rumor dan fitnah."

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi untuk Pejabat China yang Langgar Hak Muslim di Xinjiang

"Masalah Xinjiang sama sekali bukan tentang hak asasi manusia, agama, atau kelompok etnis, tetapi tentang memerangi kekerasan, terorisme, dan separatisme," ucapnya pada wartawan dalam jumpa pers pada Senin, sebagaimana dikutip dari AFP.

Raab mengatakan, laporan adanya sterilisasi paksa dan penahanan massal di Xinjiang membutuhkan perhatian dunia, Inggris pun "tidak dapat melihat perilaku seperti itu dan tak dapat mengabaikannya."

Namun Wang membantah tudingan itu, dengan berujar bahwa laporan tentang sterilisasi paksa adalah "omong kosong", dan populasi Uighur disebutnya meningkat dua kali lipat dalam 40 tahun terakhir.

Baca juga: Amankan Kesepakatan Dagang dengan China, Trump Tunda Sanksi ke Xinjiang

Orang-orang Uighur yang diasingkan, bulan ini menyerukan Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag untuk menyelidiki China atas kasus genosida dan kejahatan kemanusiaan.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Ayah Tega Bunuh 2 Putranya, Lalu Bawa Kabur 2 Putrinya

Seorang Ayah Tega Bunuh 2 Putranya, Lalu Bawa Kabur 2 Putrinya

Global
Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Global
Pemimpin Sekte Seks NXIVM Keith Raniere Dihukum 120 Tahun Penjara

Pemimpin Sekte Seks NXIVM Keith Raniere Dihukum 120 Tahun Penjara

Global
Anak Haram Mantan Raja Belgia Diakui, Ini Pertemuan Bersejarah Mereka

Anak Haram Mantan Raja Belgia Diakui, Ini Pertemuan Bersejarah Mereka

Global
Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Global
Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Global
Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Global
Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Global
Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Global
Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah 'Nyangkut' di Tembok

Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah "Nyangkut" di Tembok

Global
Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Global
Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Global
Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
komentar
Close Ads X