Hamas Puji Qatar atas Bantuan yang Terus Mengalir kepada Palestina

Kompas.com - 20/07/2020, 16:31 WIB
Pemimpin Hamas Ismail Haniya memberikan pidato di Gaza City, Selasa (21/8/2018). AFP/ANAS BABAPemimpin Hamas Ismail Haniya memberikan pidato di Gaza City, Selasa (21/8/2018).

DOHA, KOMPAS.com - Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, memuji Qatar dalam mendukung perjuangan Palestina secara regional dan internasional.

Dilansir dari Gulf Times, Senin (20/7/2020), dia menekankan bahwa Qatar telah menggunakan kemampuannya untuk mendukung rakyat Palestina.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Qatar, Haniyeh mengatakan bahwa orang-orang Palestina mengakui posisi dukungan Qatar.

Dia menjelaskan bahwa dukungan keuangan Qatar kepada rakyat Palestina masih terus berlanjut hingga hari ini.

Dalam satu tahun terakhir saja Qatar telah menyumbang 180 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 2,6 triliun.

Baca juga: Beri Salam Perpisahan untuk Ibunya, Pemuda Palestina Ini Panjat Tembok Rumah Sakit

Bantuan tersebut dapat membantu rekonstruksi 10.000 rumah yang hancur karena perang di Gaza.

Dia mengatakan bahwa Komite Rekonstruksi Qatar bertanggung jawab untuk mengelola semua proyek di Gaza.

Haniyeh menyerukan penting bagi negara-negara di jazirah Arab untuk mencabut blokade terhadap Qatar.

Hal itu demi kepentingan kawasan dan memulihkan persatuan untuk menghadapi tantangan ke depan.

Dia juga memuji kemampuan Qatar dalam mengatasi efek blokade tersebut.

Baca juga: [Hari Ini dalam Sejarah] Raja Yordania Dibunuh Nasionalis Palestina di Al Aqsa saat Hendak Shalat Jumat

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Gulf Times
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mesir Temukan 14 Peti Mati Kuno Berusia 2.500 Tahun, Begini Penampakannya...

Mesir Temukan 14 Peti Mati Kuno Berusia 2.500 Tahun, Begini Penampakannya...

Global
Papan Selancar Hilang di Hawaii, Hanyut 8.000 Km sampai Filipina

Papan Selancar Hilang di Hawaii, Hanyut 8.000 Km sampai Filipina

Global
Genjot Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen, China Luncurkan Kebijakan Baru

Genjot Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen, China Luncurkan Kebijakan Baru

Global
Biden Sebut Langkah Trump Ganti Hakim Agung AS adalah 'Penyalahgunaan Kekuasaan'

Biden Sebut Langkah Trump Ganti Hakim Agung AS adalah "Penyalahgunaan Kekuasaan"

Global
AS Catat Rekor 1 Hari 1 Juta Tes Covid-19, Pakar Sebut Ideal 6-10 Juta 1 Hari

AS Catat Rekor 1 Hari 1 Juta Tes Covid-19, Pakar Sebut Ideal 6-10 Juta 1 Hari

Global
Mengaku Pencipta Racun Novichok, Ilmuwan Ini Minta Maaf ke Navalny

Mengaku Pencipta Racun Novichok, Ilmuwan Ini Minta Maaf ke Navalny

Global
Sehari Setelah Dipasang, Plakat yang Menentang Raja Thailand Dicopot

Sehari Setelah Dipasang, Plakat yang Menentang Raja Thailand Dicopot

Global
Larangan Download Ditangguhkan, WeChat Batal Diblokir AS?

Larangan Download Ditangguhkan, WeChat Batal Diblokir AS?

Global
China Temukan Virus Corona pada Kemasan Cumi-cumi Impor

China Temukan Virus Corona pada Kemasan Cumi-cumi Impor

Global
Wanita Diduga Pengirim Surat Beracun untuk Trump Diamankan Polisi

Wanita Diduga Pengirim Surat Beracun untuk Trump Diamankan Polisi

Global
Mantan Raja Tersandung Skandal Pajak, Spanyol Diusulkan jadi Republik

Mantan Raja Tersandung Skandal Pajak, Spanyol Diusulkan jadi Republik

Global
Trump Tak Mau Tunda Pemilihan Sosok Pengganti Hakim Agung AS

Trump Tak Mau Tunda Pemilihan Sosok Pengganti Hakim Agung AS

Global
Satu Bulan Undur Pemilu, Krisis dan Perubahan Iklim Jadi Isu Utama Kampanye di Selandia Baru

Satu Bulan Undur Pemilu, Krisis dan Perubahan Iklim Jadi Isu Utama Kampanye di Selandia Baru

Global
Berani Menentang Raja, Ini Penyebab Demo Thailand dan Prediksi Selanjutnya

Berani Menentang Raja, Ini Penyebab Demo Thailand dan Prediksi Selanjutnya

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Cara 'Santai' Swedia Tangani Virus Corona | Militer Turki Desak Presiden Erdogan untuk Lawan Eropa

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Cara "Santai" Swedia Tangani Virus Corona | Militer Turki Desak Presiden Erdogan untuk Lawan Eropa

Global
komentar
Close Ads X