Laut Menjadi Merah, 300 Paus dan Lumba-lumba Dibantai dalam Tradisi Grindadrap

Kompas.com - 20/07/2020, 10:37 WIB

COPENHAGEN, KOMPAS.com - Tradisi perburuan dan pembantaian paus di Kepulauan Faroe telah dilakukan pekan lalu. Sekitar 300 ekor mamalia laut tewas akibat pembantaian di lepas pantai tersebut.

Melansir AFP, tradisi itu bernama Grindadrap, sebuah tradisi kuno yang telah dilakukan masyarakat Denmark sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu.

Tradisi Grindadrap adalah budaya yang paling diandalkan di kepulauan tersebut. Sebuah wilayah otonom di Denmark, di Kepulauan Atlantik Utara. 

Baca juga: Setelah 31 Tahun, Jepang Kembali Lakukan Perburuan Paus Komersial

Daging paus merupakan makanan pokok di sana.

Tradisi itu telah menuai banyak kritik dan kecaman dari LSM Lingkungan Sea Shepherd namun masih terus dilakukan sampai sekarang.

Sekitar 250 ekor paus pilot bersirip panjang dibantai, beserta beberapa lumba-lumba sisi putih Atlantik pada Rabu kemarin (15/7/2020) di lepas Pantai Hvalba, sebuah desa di bagian paling selatan Pulau Suduroy.

Media lokal mengutip apa yang disebut LSM Sea Shepherd sebagai "aksi barbar" terhadap tindakan pembantaian hewan-hewan tersebut. Mereka juga menyeru agar masyarakat menghentikan tradisi itu.

Tradisi yang dilakukan di tengah pandemi virus corona menjadi masalah bagi otoritas lokal. Kepulauan Faroes yang berpopulasi hampir 50.000 orang telah mencatat 188 kasus infeksi virus corona saat ini berdasarkan laporan media Perancis AFP.

Baca juga: Jepang Tingkatkan Perburuan Paus di Antartika

Menteri Perikanan Denmark, Jacob Vestergaard sebelumnya menyetujui pada 7 Juli untuk perburuan paus dengan ketentuan bahwa setiap orang harus menghindari kerumunan besar.

Perburuan paus dan lumba-lumba itu menunjukkan pemandangan kapal-kapal yang menggiring mamalia laut yang sudah mati.

Mamalia laut itu dibantai di sebuah teluk oleh para nelayan dengan pisau-pisau mereka. Darah hewan-hewan itu 'mengubah' warna air laut menjadi merah.

Ada pun LSM Sea Shepherd sebelumnya pada 2014 berhasil mengacaukan tradisi tersebut. Namun UU yang memberi wewenang pada kapal militer Denmark memastikan LSM berada di luar jangkauan perairan Faroe saat pembantaian dilangsungkan.

Di Pulau Faroe,warga banyak yang mendesak media asing dan LSM agar menghargai budaya tradisional pulau itu, yang menganggap menangkap mamalia-mamalia laut sebagai tradisi utama mereka.

Baca juga: World Orca Day, Mengenal Paus Orca yang Bisa Hidup hingga 80 Tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ilmuwan Laser Rusia Meninggal Dua Hari Setelah Dituduh sebagai Pengkhianatan Negara

Ilmuwan Laser Rusia Meninggal Dua Hari Setelah Dituduh sebagai Pengkhianatan Negara

Global
Menlu China ke Myanmar Pertama Kali Sejak Kudeta Militer, Pelopori “Forum Delta Mekong”

Menlu China ke Myanmar Pertama Kali Sejak Kudeta Militer, Pelopori “Forum Delta Mekong”

Global
PM Australia ke Ukraina, Janjikan Bantuan Militer Rp 1 Triliun

PM Australia ke Ukraina, Janjikan Bantuan Militer Rp 1 Triliun

Global
Begini Cara Negara-negara Eropa Hadapi Lonjakan Harga Energi di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Begini Cara Negara-negara Eropa Hadapi Lonjakan Harga Energi di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Global
Turkiye Menahan Kapal Kargo Rusia Berisi Gandum Diduga Dicuri dari Ukraina

Turkiye Menahan Kapal Kargo Rusia Berisi Gandum Diduga Dicuri dari Ukraina

Global
Uzbekistan Ricuh, Status Darurat di Wilayah Otonomi yang Dilanda Demo

Uzbekistan Ricuh, Status Darurat di Wilayah Otonomi yang Dilanda Demo

Global
Mesir Tutup Pantai di Laut Merah Setelah Serangan Hiu Mematikan Beturut-turut

Mesir Tutup Pantai di Laut Merah Setelah Serangan Hiu Mematikan Beturut-turut

Global
Sejumlah Kota Batalkan Pesta Kembang Api Hari Kemerdekaan AS 4 Juli, Ini Sebabnya

Sejumlah Kota Batalkan Pesta Kembang Api Hari Kemerdekaan AS 4 Juli, Ini Sebabnya

Global
Horor Penembakan Mal di Kopenhagen Denmark, Tersangka Tembaki Pengunjung, 3 Orang Tewas

Horor Penembakan Mal di Kopenhagen Denmark, Tersangka Tembaki Pengunjung, 3 Orang Tewas

Global
Rusia Sebut Barat Tak Izinkan Ukraina Bahas Perdamaian

Rusia Sebut Barat Tak Izinkan Ukraina Bahas Perdamaian

Global
Ukraina Akui Kekalahan di Lysychansk, Rusia Umumkan Kendali Penuh Atas Luhansk

Ukraina Akui Kekalahan di Lysychansk, Rusia Umumkan Kendali Penuh Atas Luhansk

Global
Sri Lanka Kesulitan Bayar Minyak, Stok BBM Hanya Bertahan Sehari

Sri Lanka Kesulitan Bayar Minyak, Stok BBM Hanya Bertahan Sehari

Global
Israel Akan Selidiki Peluru yang Tewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Israel Akan Selidiki Peluru yang Tewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Global
11 Faktor Kenapa Amerika Disebut Negara Adidaya

11 Faktor Kenapa Amerika Disebut Negara Adidaya

Internasional
Rangkuman Hari Ke-130 Serangan Rusia ke Ukraina: Moskwa Klaim Rebut Lysychansk, Belarus Laporkan Serangan Kyiv

Rangkuman Hari Ke-130 Serangan Rusia ke Ukraina: Moskwa Klaim Rebut Lysychansk, Belarus Laporkan Serangan Kyiv

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.