Cegah Covid-19, PSK di Bolivia Pakai "Baju Pelindung"

Kompas.com - 15/07/2020, 20:23 WIB
Pekerja Seks Komersial (PSK), yang mengenakan pakaian pelindung untuk mencegah penyebaran virus corona, mendemonstrasikan langkah pencegahan di El Alto, Bolivia, 29 Juni 2020. Tanpa berciuman, mengenakan masker, dan pakaian transparan, serikat PSK Bolivia berusaha meyakinkan pemerintah untuk mengizinkan mereka kembali beroperasi yang terhalang Covid-19. AP PHOTO/Juan KaritaPekerja Seks Komersial (PSK), yang mengenakan pakaian pelindung untuk mencegah penyebaran virus corona, mendemonstrasikan langkah pencegahan di El Alto, Bolivia, 29 Juni 2020. Tanpa berciuman, mengenakan masker, dan pakaian transparan, serikat PSK Bolivia berusaha meyakinkan pemerintah untuk mengizinkan mereka kembali beroperasi yang terhalang Covid-19.

LA PAZ, KOMPAS.com - Pekerja Seks Komersial ( PSK) di Bolivia menerapkan panduan pencegahan Covid-19, termasuk penggunaan "baju pelindung" seperti jas hujan tembus pandang.

Jas hujan ketat itu termasuk dalam panduan menghadapi virus corona setebal 30 halaman, dikeluarkan Organisasi Pekerja Malam Bolivia (OTN).

OTN mendesak pemerintah untuk mencabut pembatasan operasional bisnis mereka di siang hari, yang diberlakukan di ibu kota La Paz.

Baca juga: Covid-19, Bagaimana Nasib PSK di Sonagachhi, Tempat Prostitusi Terbesar di Asia?

Sebab, mereka sudah cukup sulit menjalankan usaha ketika jam malam diterapkan oleh pihak berwenang, seperti dilansir Daily Mail Rabu (15/7/2020).

Lily Cirtez, perwakilan serikat PSK, menuturkan ada sebagian koleganya terpaksa turun ke jalan karena tak bisa bekerja di rumah bordil resmi.

Kepada Reuters pekan lalu, salah satu pekerja seks, Antonieta, menunjukkan selain mengenakan pakaian dalam sensual, dia melapisinya dengan masker dan sarung tangan.

"Baju pelindung yang kami gunakan ini akan mampu melindungi kami selama bekerja," jelas Antonieta, yang didukung oleh rekannya, Vanesa.

Ibu dari dua anak itu mengungkapkan, dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sekolah dua anaknya. Dia yakin proposal dari serikat PSK merupakan solusi terbaik.

"Klien kami menghormati panduan keselamatan ini. Kami menerapkan kebijakan ini tak hanya untuk keselamatan kami, tapi juga mereka," paparnya.

Baca juga: Remaja yang Dijadikan PSK di Koja, Diberi Upah Rp 50.000-Rp 100.000

Cortes, salah satu anggota serikat mengatakan, jika proposal mereka tak disepakati, banyak pekerja terpaksa ke jalan di mana kondisinya bisa lebih buruk.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Global
Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Global
Kunjungi Taiwan, Menkes AS Salah Ucap Nama Presiden Tsai Jadi Xi

Kunjungi Taiwan, Menkes AS Salah Ucap Nama Presiden Tsai Jadi Xi

Global
MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

Global
'Misteri Besar' Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

"Misteri Besar" Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

Global
[Hari Ini dalam Sejarah] Pernikahan Pertama di Luar Angkasa

[Hari Ini dalam Sejarah] Pernikahan Pertama di Luar Angkasa

Global
Palang Merah Internasional Latih 43.000 Relawan untuk Bantu Warga di Korea Utara

Palang Merah Internasional Latih 43.000 Relawan untuk Bantu Warga di Korea Utara

Global
Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Diktator Terakhir di Eropa, Kembali Menang Pilpres

Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Diktator Terakhir di Eropa, Kembali Menang Pilpres

Global
Tragedi Minyak Tumpah Terparah di Mauritius, Keadaan Darurat Lingkungan Diumumkan

Tragedi Minyak Tumpah Terparah di Mauritius, Keadaan Darurat Lingkungan Diumumkan

Global
'Saya Membesarkannya Selama 26 Tahun Hanya untuk Pergi dalam Semalam'

"Saya Membesarkannya Selama 26 Tahun Hanya untuk Pergi dalam Semalam"

Global
Calon Vaksin Virus Corona CanSino China Mulai Uji Klinis Fase III di Arab Saudi

Calon Vaksin Virus Corona CanSino China Mulai Uji Klinis Fase III di Arab Saudi

Global
China Kirim Pesawat Tempur ke Taiwan ketika Delegasi AS Berkunjung

China Kirim Pesawat Tempur ke Taiwan ketika Delegasi AS Berkunjung

Global
Positif Covid-19, Gadis Ini Masih Sempat Betulkan Kuku di Salon

Positif Covid-19, Gadis Ini Masih Sempat Betulkan Kuku di Salon

Global
Jelang Perundingan Damai, Afghanistan Bebaskan 400 Tahanan Taliban 2 Hari Lagi

Jelang Perundingan Damai, Afghanistan Bebaskan 400 Tahanan Taliban 2 Hari Lagi

Global
Dituduh Kumpul Kebo, Wanita Ini Diculik Mantan Pacarnya

Dituduh Kumpul Kebo, Wanita Ini Diculik Mantan Pacarnya

Global
komentar
Close Ads X