Trump Sebut Orang Kulit Putih Lebih Banyak Tewas di Tangan Polisi

Kompas.com - 15/07/2020, 19:16 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih di Rose Garden di Gedung Putih 14 April 2020 di Washington, DC. Presiden Trump mengumumkan bahwa dia menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia WHO. APF/ALEX WONGPresiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih di Rose Garden di Gedung Putih 14 April 2020 di Washington, DC. Presiden Trump mengumumkan bahwa dia menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim, kematian orang Amerika kulit putih di tangan polisi lebih banyak, dibanding kulit hitam.

Melansir New York Post pada (14/7/2020), dalam sebuah wawancara Trump menunjukkan kekesalannya ketika ditanya oleh seorang koresponden senior CBS Catherine Herridge tentang banyaknya orang Amerika kulit hitam yang meninggal karena penindasan oleh polisi.

"Begitu juga orang kulit putih (banyak yang meninggal karena polisi) . Sungguh pertanyaan yang mengerikan untuk ditanyakan," kata Trump.

Baca juga: Misteri Banyak Orang Kulit Hitam Tewas Gantung Diri, Publik Ragukan Hasil Penyelidikan

Presiden 74 tahun tersebut mengatakan, selanjutnya bahwa banyak juga orang kulit putih yang mengalami penindasa.

"Begitu juga orang kulit putih," lanjut presiden setelah mengungkapkan kepada Herridge tentang "kengerian" kematian George Floyd di tangan polisi di Minneapolis.

Trump mengklaim lebih banyak orang kulit putih Amerika yang dibunuh setiap tahun oleh polisi daripada orang kulit hitam Amerika.

Baca juga: Laporkan Pria Kulit Hitam yang Menegurnya, Wanita Ini Terancam Dipenjara

“Ngomong-ngomong, lebih banyak orang kulit putih (yang dibunuh). Lebih banyak orang kulit putih,” kata Trump.

Ia mengatakan bahwa pernyataannya tidak mengada-ada, karena banyak warga sipil kulit putih yang ditembak mati oleh polisi di AS setiap tahunnya.

Tahun ini saja, disebutkan berdasarkan data statistik bahwa ada 204 orang kulit putih yang ditembak mati polisi. Sedangkan, orang kulith hitam Amerika ada 105 orang.

Baca juga: Peragakan Chokehold yang Digunakan untuk Pria Kulit Hitam Saat Berfoto, 3 Polisi Ini Dipecat

Meski demikian, tingkat penembakan fatal kepada komunitas orang kulit hitam hampir 3 kali lebih tinggi, yang artinya orang kulit hitam 3 kali lebih berpotensi terbunuh oleh polisi, ketimbang orang kulit putih.

Sementara ini, presiden telah berjanji untuk mengadili para polisi yang membunuh Floyd, yang menyebut kematiannya pada Mei sebagai "peristiwa yang sangat menyedihkan,"

Meski pun, ia menentang gerakan Black Lives Matter dan protes keras yang terjadi setelahnya.

Trump mengecam aksi kekerasan terhadap polisi baru-baru ini dan gelombang penembakan kekerasan yang mengganggu di New York City, sebagi aksi protese "di luar kendali."

Baca juga: Saya Ingin Anak-anak Saya Bangga Menjadi Orang Kulit Hitam


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengadilan Bebaskan Petinggi Partai Berkuasa yang Terlibat Kasus Pembongkaran Masjid Kuno Abad ke-16

Pengadilan Bebaskan Petinggi Partai Berkuasa yang Terlibat Kasus Pembongkaran Masjid Kuno Abad ke-16

Global
Barter Foto Seksi dengan Diskon Baju, Hakim Ini Diperiksa

Barter Foto Seksi dengan Diskon Baju, Hakim Ini Diperiksa

Global
Suara Ledakan Dahsyat Terdengar di Seluruh Kota Paris, Gedung-gedung Bergetar

Suara Ledakan Dahsyat Terdengar di Seluruh Kota Paris, Gedung-gedung Bergetar

Global
Kesal dengan Istri, Pria Ini Panjat Menara Seluler dan Menolak Turun

Kesal dengan Istri, Pria Ini Panjat Menara Seluler dan Menolak Turun

Global
Azerbaijan Mengaku Bunuh dan Lukai 2.300 Tentara Armenia di Nagorny Karabakh

Azerbaijan Mengaku Bunuh dan Lukai 2.300 Tentara Armenia di Nagorny Karabakh

Global
Perempuan Berdaya: Bagaimana Standar Kecantikan Berevolusi dari Era Primitif hingga Sekarang

Perempuan Berdaya: Bagaimana Standar Kecantikan Berevolusi dari Era Primitif hingga Sekarang

Global
Wali Kota Ini Menang Pilkada 2 Minggu Setelah Meninggal karena Covid-19

Wali Kota Ini Menang Pilkada 2 Minggu Setelah Meninggal karena Covid-19

Global
Gadis Kasta Dalit Tewas Diperkosa, Aktivis yang Berunjuk Rasa Ditangkap Aparat India

Gadis Kasta Dalit Tewas Diperkosa, Aktivis yang Berunjuk Rasa Ditangkap Aparat India

Global
Keterlibatan Jerman dalam Aksi Pembantaian Massal Pasca G30S-1965 di Indonesia

Keterlibatan Jerman dalam Aksi Pembantaian Massal Pasca G30S-1965 di Indonesia

Global
Kesal Diselingkuhi, Wanita Ini Siram Air Mendidih ke Selangkangan Pacarnya

Kesal Diselingkuhi, Wanita Ini Siram Air Mendidih ke Selangkangan Pacarnya

Global
Pencarian Google 'Cara Pindah ke Kanada' Warnai Debat Perdana Pilpres AS

Pencarian Google "Cara Pindah ke Kanada" Warnai Debat Perdana Pilpres AS

Global
Kuwait Angkat Sumpah Jabatan Emir Baru, Syekh Nawaf Al Ahmad Al Sabah

Kuwait Angkat Sumpah Jabatan Emir Baru, Syekh Nawaf Al Ahmad Al Sabah

Global
Muncul di Depat Capres AS, Siapa Sebenarnya Antifa dan Proud Boys?

Muncul di Depat Capres AS, Siapa Sebenarnya Antifa dan Proud Boys?

Global
Vanuatu Tanggapi Komentar Rasis dari Indonesia: Terlihat Terkoordinasi

Vanuatu Tanggapi Komentar Rasis dari Indonesia: Terlihat Terkoordinasi

Global
Dari 'Supremasi Kulit Putih' sampai 'Rasisme', Ini Daftar Kata yang Paling Banyak Dicari Pasca Debat Perdana Capres AS

Dari 'Supremasi Kulit Putih' sampai 'Rasisme', Ini Daftar Kata yang Paling Banyak Dicari Pasca Debat Perdana Capres AS

Global
komentar
Close Ads X