Rusia Kerahkan Militer ke Perbatasan, Ukraina: Serangan Bisa datang Kapan Saja

Kompas.com - 04/07/2020, 19:27 WIB
Sejumlah prajurit Rusia berjaga di depan pangkalan AL Ukraina di Simferopol, Crimea, Rabu (19/3/2014). FILIPPO MONTEFORTE / AFPSejumlah prajurit Rusia berjaga di depan pangkalan AL Ukraina di Simferopol, Crimea, Rabu (19/3/2014).

KYIV, KOMPAS.com - Rusia telah mengerahkan 3 kelompok pasukan bersenjata ke perbatasan Ukraina yang bisa saja melakukan serangan mendadak.

Hal itu disampaikan oleh Direktorat Utama Kerja sama Militer dan Operasi Penjaga Perdamaian Angkatan Bersenjata Ukraina, Letnan Jenderal Leonid Golopatyuk selama rapat online OSCE Security Cooperation Forum sebagaimana dilaporkan Ukrinform.

Baca juga: Pejabat Rusia: Ukraina Mungkin Bisa Bubar sebagai Negara

"Sampai hari ini, 3 kelompok gabungan telah dikerahkan di dekat perbatasan Rusia dengan Ukraina, dan dapat melakukan serangan mendadak di Ukraina tanpa mobilisasi juga dengan persiapan minimal," ungkap Golopatyuk selama rapat berlangsung.

Formasi tentara Rusia di perbatasan Ukraina.OSCE via https://www.ukrinform.ru/ Formasi tentara Rusia di perbatasan Ukraina.

Jenderal Ukraina itu mengatakan bahwa sepanjang perbatasan Ukraina, Rusia telah secara aktif membentuk unit militer baru dan mengatur ulang formasi militer yang telah ada untuk meningkatkan kapabilitas pertempuran mereka.

Baca juga: Kemelut Rusia-Ukraina, Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin

Saat ini, sebanyak 28 kelompok batalyon taktis dikerahkan di sepanjang perbatasan. 3 formasi militer baru, 2 tentara bersenjata dan sebuah pasukan militer, "yang diharapkan mampu mencapai kesiapan operasional penuh" selama tahun 2020-2021 sedang didirikan.

Gabungan pasukan ke-20 terdiri dari Divisi Infanteri Senapan ke-3 dan ke-144 yang diciptakan di Arahan Strategis Barat.

Baca juga: Erdogan: Turki Siap Jadi Penengah dalam Krisis Rusia-Ukraina

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber UAWire
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Global
Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Global
Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Global
Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Global
Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Global
Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Global
Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Global
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Global
Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Global
Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Global
Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS 'Masih Rendah di Dunia'

Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS "Masih Rendah di Dunia"

Global
Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Global
Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Global
Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Global
Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Global
komentar
Close Ads X