Survei: Covid-19 Bawa China Semakin Punya Pengaruh Besar atas Dunia

Kompas.com - 01/07/2020, 11:07 WIB
Presiden China Xi Jinping yang mengenakan pakaian Mao Zedong, pendiri China modern, bertepuk tangan di samping mantan Presiden Jiang Zemin dalam perayaan 70 tahun berkuasanya partai komunis di Lapangan Tiananmen pada Selasa, 1 Oktober 2019. REUTERS/JASON LEEPresiden China Xi Jinping yang mengenakan pakaian Mao Zedong, pendiri China modern, bertepuk tangan di samping mantan Presiden Jiang Zemin dalam perayaan 70 tahun berkuasanya partai komunis di Lapangan Tiananmen pada Selasa, 1 Oktober 2019.

 

PARIS, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini membuat semakin banyak orang-orang Barat melihat pengaruh besar China terhadap dunia.

Klaim tersebut didapat setelah survei dilakukan oleh German Marshall Fund yang berbasis di AS, dan mengambil sampel dari publik Perancis, Jerman, dan AS.

Penelitian ini dilakukan bersama dengan Bertelsmann Foundation di Jerman dan Institut Montaigne di Paris, yang menyurvei lebih dari 1.000 orang berbeda di setiap negara dari 9-22 Januari dan 11-19 Mei.

Di AS, opini tentang besarnya pengaruh China menunjukan peningkatan yang signifikan sejak pecahnya Covid-19 di dunia, yaitu dari 6 pesen menjadi 14 persen.

Di Jerman dan Prancis juga mengalami peningakatan opini, yang masing-masing mengalami peningkatan 8 persen dan 15 persen.

Baca juga: Muncul Klaster Baru Corona, China Tutup Pabrik Pepsi dan Stop Impor Ayam dari AS

Di Jerman menunjukan angka peningkatan dari 12 persen menjadi 20 persen, sedangkan di Prancis meningkat dari 13 persen menjadi 28 persen.

Wakil Direktur German Marshall Fund, Martin Quencez mengatakan pendapat yang menyebutkan Beijing berpengaruh besar terhadap dunia, adalah suatu gagasan abstrak sebelum pandemi virus corona terjadi.

Quencez memperkirakan bahwa dampak corona terhadap kehidupan masyarakat global akan bertahan lama dari generasi ke generasi dan mempengaruhi berbagai perspektif politik.

"Tampaknya lebih struktural dari pada sekadar respons cepat terhadap krisis," katanya di Paris seperti dilansir dari AFP (30/6/2020).

Namun, pendapat yang menyebutkan AS sebagai negara yang paling berpengaruh di dunia masih cukup tinggi.

Baca juga: Fauci: Bungkam Peneliti Virus Corona, China Rugikan Dunia

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X