Ketahuan Lisensi Pilotnya Palsu, PIA Dilarang Terbang di Eropa

Kompas.com - 01/07/2020, 08:00 WIB
Pesawat terbang milik maskapai Pakistan International Airlines. SHUTTERSTOCKPesawat terbang milik maskapai Pakistan International Airlines.

KARACHI, KOMPAS.com - Buntut terkuaknya hampir sepertiga lisensi pilot Pakistan Internasional Airlines palsu atau meragukan, Uni Eropa melarang maskapai itu mengudara di Benua Biru selama 6 bulan.

Keputusan itu disampaikan Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pada Selasa (30/6/2020).

EASA mengungkapkan kepada PIA, mereka "masih belum yakin" pilot-pilot PIA lainnya memenuhi syarat, dan "telah hilang kepercayaan" pada maskapai tersebut, kata juru bicara PIA Abdullah Khan kepada AFP.

Baca juga: Buntut Pesawat Jatuh Tewaskan 97 Orang, Terkuak 40 Persen Pilot Pakistan Lisensinya Palsu

EASA dalam sebuah pernyataan mengatakan, telah menangguhkan PIA dan maskapai penerbangan swasta Pakistan yang lebih kecil.

Sebabnya adalah penyelidikan baru-baru ini yang dilakukan Parlemen Pakistan menemukan sebagian lisensi pilot yang dikeluarkan tidak valid.

PIA dalam beberapa bulan terakhir hanya menerbangkan sebagian kecil rute internasional karena pandemi virus corona.

Namun setelah rute domestik dibuka lagi bulan lalu, langsung terjadi kecelakaan yang menewaskan 98 orang.

Baca juga: Saksi: Mayat Jatuh dari Langit Saat Pesawat Pakistan PIA Jatuh

Kemudian baru-baru ini PIA membuka lagi pemesanan untuk rute ke 5 kota besar di Eropa, termasuk Paris, Milan, dan Barcelona.

Untuk penerbangan ke Inggris karena sudah bukan bagian Uni Eropa, tidak terpengaruh.

Penangguhan dari Uni Eropa adalah dampak terbaru bagi PIA setelah Menteri Penerbangan Pakistan menguak, 262 dari 860 pilot aktif Pakistan lisensinya tembakan dan memakai joki saat ujian.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Sebut Cawapres Biden, Kamala Harris 'Buruk' dan 'Licik'

Trump Sebut Cawapres Biden, Kamala Harris 'Buruk' dan 'Licik'

Global
Rusia di Antara Berbagai Penelitian Vaksin Covid-19 dari Berbagai Negara

Rusia di Antara Berbagai Penelitian Vaksin Covid-19 dari Berbagai Negara

Global
Bencana Minyak Tumpah Mauritius, Hewan Laut Mulai Mati

Bencana Minyak Tumpah Mauritius, Hewan Laut Mulai Mati

Global
Vaksin Corona Sputnik V yang Diketahui Sejauh Ini…

Vaksin Corona Sputnik V yang Diketahui Sejauh Ini…

Global
Rusia Klaim Telah Temukan Vaksin Covid-19 di Tengah Kasus di Seluruh Dunia Tembus 20 Juta

Rusia Klaim Telah Temukan Vaksin Covid-19 di Tengah Kasus di Seluruh Dunia Tembus 20 Juta

Global
AS Pesan 100 Juta Calon Vaksin Corona dari Moderna, Rp 22 Triliun Digelontorkan

AS Pesan 100 Juta Calon Vaksin Corona dari Moderna, Rp 22 Triliun Digelontorkan

Global
Jelang Pemilu, Selandia Baru Terapkan Siaga 2 karena Kasus Covid-19 Baru

Jelang Pemilu, Selandia Baru Terapkan Siaga 2 karena Kasus Covid-19 Baru

Global
Rusia Klaim Temukan Vaksin Corona Pertama, Menkes AS: Kami Tidak Terpengaruh

Rusia Klaim Temukan Vaksin Corona Pertama, Menkes AS: Kami Tidak Terpengaruh

Global
Joe Biden Pilih Senator Kamala Harris sebagai Cawapres Melawan Trump

Joe Biden Pilih Senator Kamala Harris sebagai Cawapres Melawan Trump

Global
Ciptakan Vaksin Corona, Rusia juga Luncurkan Situs Resmi Vaksin Sputnik V

Ciptakan Vaksin Corona, Rusia juga Luncurkan Situs Resmi Vaksin Sputnik V

Global
Pakar Nilai Klaim Putin soal Vaksin Corona 'Sembrono dan Tidak Etis'

Pakar Nilai Klaim Putin soal Vaksin Corona "Sembrono dan Tidak Etis"

Global
Menkes Rusia Sebut Vaksin Corona 'Sputnik V' Mampu Beri Kekebalan Hingga 2 Tahun

Menkes Rusia Sebut Vaksin Corona 'Sputnik V' Mampu Beri Kekebalan Hingga 2 Tahun

Global
Belum Terbukti Ampuh, 5,7 Miliar Calon Vaksin Corona Sudah Dipesan di Seluruh Dunia

Belum Terbukti Ampuh, 5,7 Miliar Calon Vaksin Corona Sudah Dipesan di Seluruh Dunia

Global
[POPULER GLOBAL] Skandal Seks Mantan Bos McDonald's dengan Karyawati | Putin Sebut Putrinya Sudah Disuntik Vaksin Corona Pertama dari Rusia

[POPULER GLOBAL] Skandal Seks Mantan Bos McDonald's dengan Karyawati | Putin Sebut Putrinya Sudah Disuntik Vaksin Corona Pertama dari Rusia

Global
Selandia Baru Kembali Terapkan Lockdown, Setelah Muncul 4 Kasus Covid-19 Baru

Selandia Baru Kembali Terapkan Lockdown, Setelah Muncul 4 Kasus Covid-19 Baru

Global
komentar
Close Ads X