Studi Sebut Virus Corona Ada di Wuhan Sejak Agustus 2019, Ini Respons China

Kompas.com - 10/06/2020, 12:42 WIB
Tenaga medis berjalan dengan pakaian pelindung di sebuah stadion di Wuhan, yang diubah jadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus corona, Rabu (27/2/2020). CHINA DAILYTenaga medis berjalan dengan pakaian pelindung di sebuah stadion di Wuhan, yang diubah jadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus corona, Rabu (27/2/2020).

BEIJING, KOMPAS.com - China menolak adanya laporan yang mengatakan bahwa Covid-19 telah merebak sejak musim panas tahun lalu setelah sebuah penelitian menemukan adanya peningkatan aktivitas lalu lintas di lingkungan Rumah Sakit Wuhan Agustus 2019.

Pejabat pemerintah China menyangkal adanya laporan yang mereka sebut sebagai laporan konyol itu.

Sanggahan itu keluar satu hari setelah penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas lalu lintas di luar Rumah Sakit Wuhan akhir musim panas tahun lalu.

Ditambah adanya peningkatan pencarian kata kunci 'gejala mirip virus corona' di internet di China sebelum musim gugur sebagaimana dilansir Daily Mail.

Itu tentu jauh lebih awal dari apa yang diperkirakan sebelumnya. Namun, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying menolak hasil temuan penelitian itu.

Baca juga: Virus Corona Diperkirakan Muncul di Wuhan sejak Agustus 2019

Melalui rapat pers singkat dia berkata, "Saya pikir itu konyol, sangat konyol, memiliki konklusi seperti itu berdasarkan pengamatan yang dangkal seperti volume lalu lintas."

Studi penelitian itu dilakukan oleh Harvard Medical School yang dipimpin Dr John Brownstein, yang menganalisis citra satelit komersial.

Tim Dr John mengobservasi adanya lonjakan lalu lintas di luar lima rumah sakit besar di Wuhan sejak akhir musim panas dan hampir menuju musim gugur 2019.

Menurutnya sebagaimana dilansir ABC News, lonjakan lalu lintas itu bertepatan dengan meningkatnya pencarian orang di internet tentang gejala-gejala yang mirip dengan virus corona.

Hasil temuan itu mengatakan lalu lintas rumah sakit dan pencarian data gejala penyakit di Wuhan mendahului awal mula dokumentasi wabah Sars-Cov-2 alias virus corona pada Desember 2019.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Global
Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Global
Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Global
Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Global
Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Global
Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Global
Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Global
8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

Global
'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

Global
Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Global
Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Global
Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Global
Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Global
Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Global
[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

Global
komentar
Close Ads X