Ancam Tutup Media Sosial, Trump Akan Tandatangani Perintah Eksekutif

Kompas.com - 28/05/2020, 20:01 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pemilik restoran dan pelaku industri selama rapat penanganan virus corona di Ruang Jamuan Gedung Putih, Washington, pada 18 Mei 2020. REUTERS/LEAH MILLISPresiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pemilik restoran dan pelaku industri selama rapat penanganan virus corona di Ruang Jamuan Gedung Putih, Washington, pada 18 Mei 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif, usai mengancam bakal menutup platform media sosial.

Ancaman itu datang buntut dari dua twitnya tentang metode mail-in ballots dalam pemilu AS 2020, yang dilabeli Twitter dengan tanda cek fakta karena dituding menyesatkan.

Ini adalah kali pertama Twitter menuduh Presiden Trump membuat klaim palsu.

Baca juga: Pertama Kalinya, Twitter Beri Twit Trump Peringatan Cek Fakta

Dalam twitnya Trump menulis - tanpa bukti - bahwa lebih banyak surat suara yang dikirim via pos akan menyebabkan "Kecurangan Pemilihan" November nanti.

Teguran dari Twitter itu membuat Trump jadi bulan-bulanan, di mana ia mengklaim hak politik di AS sedang ditutup-tutupi.

Presiden ke-45 AS itu dikabarkan akan menandatangani perintah eksekutif "yang berkaitan dengan media sosial" pada Kamis (28/5/2020), kata para asistennya tanpa merinci lebih lanjut apa yang dimaksud.

Perintah itu dinilai akan memudahkan regulator federal untuk berpendapat bahwa Twitter telah "menekan kebebasan berbicara ketika mereka menangguhkan pengguna atau menghapus unggahan," demikian yang diwartakan The New York Times mengutip dua pejabat senior pemerintahan AS.

Bersama The Washington Post, kedua surat kabar itu memberitakan, perintah yang belum difinalisasi itu dapat membuat Twitter, Facebook, dan Google bertanggung jawab secara hukum atas konten yang diunggah di platform mereka.

Langkah Twitter untuk menandai twit Trump datang setelah bertahun-tahun dituduh mengabaikan pelanggaran presiden terhadap aturan platform itu, yang kerap kali bertubi-tubi menghina individu dan menyebarkan informasi yang tidak akurat ke 80 juta followers-nya.

Baca juga: Kicauannya Dilabeli Twitter, Trump Ancam Tutup Media Sosial

Bos Facebook Mark Zuckerberg mengatakan kepada Fox News, bahwa jejaring media sosial miliknya memiliki kebijakan berbeda.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Tewas, Seorang Pria Tulis Nama Pembunuhnya dengan Darah

Sebelum Tewas, Seorang Pria Tulis Nama Pembunuhnya dengan Darah

Global
Perompak Bajak Kapal Kargo Singapura, 5 Pelaut China Jadi Tawanan

Perompak Bajak Kapal Kargo Singapura, 5 Pelaut China Jadi Tawanan

Global
[POPULER GLOBAL] Norwegia Bayar Indonesia 56 Juta Dollar AS | China Tarik Pasukan dari Perbatasan India

[POPULER GLOBAL] Norwegia Bayar Indonesia 56 Juta Dollar AS | China Tarik Pasukan dari Perbatasan India

Global
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Australia Tutup Perbatasan Victoria dan New South Wales

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Australia Tutup Perbatasan Victoria dan New South Wales

Global
Gereja Ortodoks Rusia Tolak Perubahan Status Hagia Sophia Jadi Masjid

Gereja Ortodoks Rusia Tolak Perubahan Status Hagia Sophia Jadi Masjid

Global
Bocah 8 Tahun Tewas Ditembak, Wali Kota Atlanta: Jangan Gampang Salahkan Polisi

Bocah 8 Tahun Tewas Ditembak, Wali Kota Atlanta: Jangan Gampang Salahkan Polisi

Global
Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Marmut Mentah

Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Marmut Mentah

Global
Damai dengan India, China Mulai Tarik Pasukan dari Perbatasan

Damai dengan India, China Mulai Tarik Pasukan dari Perbatasan

Global
Fasilitas Nuklir Iran Natanz Terbakar, Israel Diduga Pasang Bom

Fasilitas Nuklir Iran Natanz Terbakar, Israel Diduga Pasang Bom

Global
Sebulan Longgarkan Lockdown, India Jadi Negara Terdampak Covid-19 Ketiga Dunia

Sebulan Longgarkan Lockdown, India Jadi Negara Terdampak Covid-19 Ketiga Dunia

Global
2 Kapal Induk AS Berlatih di Laut China Selatan Disaksikan Kapal China

2 Kapal Induk AS Berlatih di Laut China Selatan Disaksikan Kapal China

Global
Putranya Dilarang Pakai Anting-anting, Ibu Murka dan Labrak Sekolah

Putranya Dilarang Pakai Anting-anting, Ibu Murka dan Labrak Sekolah

Global
Tragedi Final Destination Terjadi di Perancis, Wanita Tewas Jatuh dari Roller Coaster

Tragedi Final Destination Terjadi di Perancis, Wanita Tewas Jatuh dari Roller Coaster

Global
Trump Sesumbar Vaksin Covid-19 Siap Akhir Tahun, Ini Kata Pakar

Trump Sesumbar Vaksin Covid-19 Siap Akhir Tahun, Ini Kata Pakar

Global
Seperti Apa Jadinya jika Manusia WFH Selama 25 Tahun?

Seperti Apa Jadinya jika Manusia WFH Selama 25 Tahun?

Global
komentar
Close Ads X