Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Taliban dan Pemerintah Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata Saat Idul Fitri

Kompas.com - 24/05/2020, 06:27 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber BBC

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban mengumumkan, mereka menyepakati gencatan senjata dengan pemerintah Afghanistan selama tiga hari saat Idul Fitri.

Nantinya, kesepakatan menahan diri tak melakukan tembak menembak itu bakal terjadi Minggu (24/5/2020), terjadi setelah peningkatan serangan dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden Ashraf Ghani menyatakan menghormati gencatan senjata itu, dan meminta pasukan Afghanistan untuk menerapkannya juga.

Baca juga: Afghanistan Umumkan Gencatan Senjata dengan Taliban saat Idul Fitri

Banyak pihak mendambakan, perjanjian berdurasi tiga hari itu akan berbuntut kepada pengurangan kekerasan dalam jangka panjang.

Namun dilaporkan BBC Sabtu (24/5/2020), Taliban sempat mengumumkan tiga hari gencatan senjata pada Idul Fitri 2018, namun tak diperpanjang.

"Jangan melakukan serangan terhadap musuh. Namun jika musuh menyerang, pertahankan diri kalian," ujar juru bicara kelompok itu, Zabihullah Mujahid.

Dia menambahkan, perjanjian itu hanya mereka terapkan untuk Idul Fitri, yang merupakan hari perayaan selepas bulan suci Ramadhan.

"Saya menyambut pengumuman itu. Saya telah menginstruksikan militer untuk mematuhinya dan mempertahankan diri jika diserang," ujar Ghani di Twitter.

Baca juga: Taliban Tolak Damai Saat Ramadhan, Sebut Itu Tidak Rasional

Bagaimana gambaran besarnya?

Warga Afghanistan dan pengamat internasional berharap adanya pengurangan konflik. Apalagi, Taliban meneken perjanjian penarikan pasukan dengan AS.

Namun, perundingan mereka terhenti di masalah pertukaran tahanan, dengan serangan ke pasukan pemerintah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Serangan terhadap bangsal ibu dan anak di rumah sakit Kabul, pada awal Mei ini, menjadi insiden terakhir yang menimbulkan kecaman banyak pihak.

Meski kelompok pemberontak itu membantahnya. Ghani sudah menginstruksikan agar operasi militer dilanjutkan terhadap mereka dan milisi lain.

Presiden Ghani menuding, kelompok milisi berulang kali mengabaikan seruan yang dilayangkan banyak pihak untuk mengurangi aksi fatal mereka.

April lalu, Taliban menolak seruan Kabul agar tak tembak menembak selama Ramadhan, yang mereka anggap "tak rasional" sebelum melancarkan serangan lagi.

Baca juga: Taliban Serang 3 Lokasi, 23 Tentara Afghanistan dan 9 Warga Sipil Tewas

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com