Taliban Tolak Damai Saat Ramadhan, Sebut Itu "Tidak Rasional"

Kompas.com - 24/04/2020, 21:23 WIB
Salah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar (kanan) meninggalkan ruangan setelah menandatangani perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS) di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020). STRINGER/EPA-EFESalah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar (kanan) meninggalkan ruangan setelah menandatangani perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS) di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020).

KABUL, KOMPAS.com - Taliban menolak seruan pemerintah Afghanistan untuk gencatan senjata saat Ramadhan di Afghanistan.

Kelompok pemberontak itu beralasan gencatan senjata "tidak rasional" ketika mereka tengah meningatkan serangan terhadap pasukan pemerintah.

Dilansir dari AFP Jumat (24/4/2020) Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengimbau para gerilyawan untuk meletakkan senjata mereka selama Ramadhan, seiring dengan negara itu yang sedang berjuang menangani Covid-19.

Baca juga: Kementerian Afghanistan: Taliban Harus Patuhi Gencatan Senjata untuk Hentikan Penularan Virus Corona

Namun juru bicara Taliban Suhail Shaheen dalam tweet-nya Kamis malam (23/4/2020) mengecam tawaran pemerintah.

Ia mengutip kesepakatan yang sedang berlangsung tentang proses perdamaian potensial dan pertukaran tahanan yang tertunda sebagai alasan untuk terus berjuang.

"Meminta gencatan senjata tidak rasional dan meyakinkan," tulis Shaheen ketika ia menuduh pemerintah membahayakan nyawa para tahanan selama wabah.

Baca juga: Taliban Bunuh Puluhan Polisi Afghanistan dalam Dua Kali Serangan

Di bawah perjanjian damai AS-Taliban yang ditandatangani awal tahun ini, pemerintah Afghanistan dan para pemberontak sekarang seharusnya sudah menyelesaikan pertukaran tahanan, dan memulai pembicaraan untuk gencatan senjata secara komprehensif.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Global
Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Global
Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Global
Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Global
Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Global
Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Global
Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Global
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Global
Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Global
Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Global
Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS 'Masih Rendah di Dunia'

Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS "Masih Rendah di Dunia"

Global
Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Global
Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Global
Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Global
Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Global
komentar
Close Ads X