Kompas.com - 16/05/2020, 22:27 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

BEIJING, KOMPAS.com - China mengaku telah menghancurkan beberapa sampel virus corona di awal munculnya wabah.

Meski begitu, China membantah tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa ini dilakukan untuk menutup-nutupi.

Pernyataan ini diucapkan oleh Liu Dengfeng seorang pengawas di divisi sains dan pendidikan Komisi Kesehatan Nasional China, dalam konferensi pers pada Jumat (15/5/2020) di Beijing.

Baca juga: China Minta AS Bayar Utang kepada PBB

Ia mengatakan, pemerintah China telah mengeluarkan perintah pada 3 Januari untuk membuang sampel virus corona jenis baru di fasilitas tertentu yang tidak memenuhi persyaratan.

Sebab, penyakit ini menular dan sampelnya dibuang untuk "mencegah risiko terhadap keamanan biologis laboratorium, dan mencegah bencana sekunder yang disebabkan oleh patogen tak dikenal".

Keputusan itu dilakukan setelah virus corona jenis baru yang dikenal dengan nama resmi SARS-CoV-2, digolongan sebagai Kelas II berdasarkan penelitian dan rekomendasi para ahli, kata Liu dikutip dari Newsweek Jumat (15/5/2020).

Baca juga: Taiwan Tolak Syarat Satu China untuk Ikut Rapat Besar WHO

Hal ini mengharuskan "persyaratan yang jelas tentang pengumpulan, transportasi, penggunaan eksperimen, dan penghancuran patogen" untuk menghindari kemungkinan kecelakaan atau kebocoran, ungkapnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sejak bulan lalu berpendapat bahwa perintah pada 3 Januari itu adalah upaya untuk menutupi tingkat penyebarannya.

Ia menuduh China menyensor penelitian mengenai Covid-19, dan berusaha memengaruhi upaya internasional untuk menangani penyakit itu.

Baca juga: Menlu AS Akui Bukti Virus Corona dari Lab Wuhan Tidak Pasti

"Partai Komunis China berusaha membatasi informasi tentang virus ini, tentang dari mana virus itu muncul, bagaimana mulainya, bagaimana menular antarmanusia, tentu saja melibatkan WHO untuk memperdalam alur cerita itu," ujar Pompeo.

Liu kemudian membela China, dengan mengatakan bahwa UU kesehatan masyarakat China dengan jelas menetapkan bahwa lembaga yang tidak memenuhi persyaratan untuk menangani sampel semacam itu, harus memberikannya ke tempat penyimpanan yang memenuhi syarat untuk disimpan atau dihancurkan.

"Pernyataan yang disebar oleh para pejabat AS ini murni di luar konteks dan sengaja membingungkan banyak orang," kata Liu pada konferensi pers Jumat.

Baca juga: Misteri Institut Virologi Wuhan, Sebenarnya Apa yang Dikerjakan dan Disimpan di Sana?

Badan Intelijen Pertahanan merevisi penilaiannya mengenai asal-usul pandemi virus corona pada 27 Maret, dengan memasukkan kemungkinan bahwa hal itu bisa dimulai dari kecelakaan lab di Institut Virologi Wuhan, di samping teori awal yang berkembang bahwa virus bermula dari hewan.

Mengutip laporan Badan Intelijen Pusat yang dikonfirmasi dua pejabat senior AS, Newsweek juga melaporkan bahwa Komunitas Intelijen percaya Beijing turut menekan WHO untuk meremehkan penyakit itu pada Januari.

WHO memuji upaya penanganan virus corona China saat itu, seperti yang sempat dilakukan Donald Trump juga.

Baca juga: Polemik Taiwan Bukan Anggota WHO, Bagaimana Awalnya Terjadi?

Tetapi ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia, situasi ini langsung menjadi arena konflik baru antara Washington dengan Beijing.

Negeri "Uncle Sam" menjadi negara dengan dampak Covid-19 terparah saat ini. Trump dan pemerintahannya lalu melimpahkan kesalahan ke China yang dituding gagal membendung penyebaran virus di awal wabah.

Baca juga: Demonstran Anti Lockdown di AS Merasa Egois dan Bangga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Global
Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Global
Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Global
AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

Global
Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Global
Tiga Negara Asia Tengah Alami Pemadaman Listrik Besar-besaran, Lalu Lintas hingga Bandara Kacau

Tiga Negara Asia Tengah Alami Pemadaman Listrik Besar-besaran, Lalu Lintas hingga Bandara Kacau

Global
Kroasia Tarik Semua Pasukannya dari NATO jika Konflik Rusia-Ukraina Pecah

Kroasia Tarik Semua Pasukannya dari NATO jika Konflik Rusia-Ukraina Pecah

Global
Joe Biden: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Jadi Invasi Terbesar sejak Perang Dunia II

Joe Biden: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Jadi Invasi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Pertama di Asia, Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Pertama di Asia, Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Global
Situasi Ukraina Memanas, NATO Kerahkan Lebih Banyak Kapal dan Jet Tempur di Eropa Timur

Situasi Ukraina Memanas, NATO Kerahkan Lebih Banyak Kapal dan Jet Tempur di Eropa Timur

Global
Di Olimpiade Beijing, Pelukan Tidak Dianjurkan, tapi Kondom Disediakan

Di Olimpiade Beijing, Pelukan Tidak Dianjurkan, tapi Kondom Disediakan

Global
Presiden China Bertemu Ketua IOC, Olimpiade Beijing Akan Digelar Sesuai Jadwal?

Presiden China Bertemu Ketua IOC, Olimpiade Beijing Akan Digelar Sesuai Jadwal?

Global
Tanggapan Singapura soal Ambil Alih Ruang Udara Natuna oleh Indonesia

Tanggapan Singapura soal Ambil Alih Ruang Udara Natuna oleh Indonesia

Global
Ketika Warga Thailand Beralih Konsumsi Daging Buaya karena Harga Daging Babi Naik...

Ketika Warga Thailand Beralih Konsumsi Daging Buaya karena Harga Daging Babi Naik...

Global
AS Peringatkan Belarus untuk Tidak Bantu Rusia Menginvasi Ukraina

AS Peringatkan Belarus untuk Tidak Bantu Rusia Menginvasi Ukraina

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.