Sehari Setelah Gencatan Senjata, Yaman Umumkan Kasus Covid-19 Pertama

Kompas.com - 10/04/2020, 16:55 WIB
Para perawat mendapat pelatihan menggunakan ventilator untuk merawat pasien virus corona. Alat bantu pernapasan ini disediakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Foto diambil di Sanaa, Yaman, 8 April 2020. KHALED ABDULLAH/REUTERSPara perawat mendapat pelatihan menggunakan ventilator untuk merawat pasien virus corona. Alat bantu pernapasan ini disediakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Foto diambil di Sanaa, Yaman, 8 April 2020.

SANA'A, KOMPAS.com - Yaman menjadi negara terbaru yang terjangkit virus corona di Timur Tengah, usai mengumumkan kasus pertamanya pada Jumat (10/4/2020).

Pengumuman ini muncul hanya sehari setelah gencatan senjata sepihak dilakukan Arab Saudi, dalam perang melawan pemberontak Houthi di Yaman.

"Kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi dilaporkan di provinsi Hadramaut," kata komite darurat nasional tertinggi Covid-19 Yaman di Twitter.

Baca juga: Demi Tangani Virus Corona, Arab Hentikan Serangan ke Houthi 2 Minggu

Komite yang dijalankan pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi dan diakui secara internasional ini, juga mengatakan pasien dalam kondisi stabil dan menerima perawatan.

Tim medis dan otoritas terkait dikabarkan telah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan dan berniat untuk merilis rincian lebih lanjut pada Jumat malam (10/4/2020).

Kemudian dilansir dari Reuters, pihak berwenang telah melakukan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terkait Perjanjian Damai dengan Arab Saudi, Houthi Suarakan 5 Tuntutan

Pelabuhan Ash Shihr ditutup seminggu untuk pembersihan mendalam, dan memerintahkan pekerja di sana untuk mengisolasi diri di rumah selama dua minggu.

Pemerintah Yaman juga menerapkan jam malam selama 12 jam di semua distrik Hadramaut mulai pukul 6 sore pada Jumat (10/4/2020) sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Warga setempat turut mengatakan, kendaraan pertahanan sipil di dekat pelabuhan memerintahkan orang melalui pengeras suara untuk tetap di rumah.

Baca juga: Gencatan Senjata Arab-Houthi: Antara Keraguan dan Harapan

Gencatan senjata

Koalisi militer yang dipimpin Riyadh menyepakati gencatan senjata selama 2 minggu ke pemberontak Houthi di Yaman, demi mengatasi penyebaran virus corona.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X