Gencatan Senjata Arab-Houthi: Antara Keraguan dan Harapan

Kompas.com - 10/04/2020, 10:22 WIB
Pasukan Houthi menumpang di bak truk polisi, setelah menghadiri pertemuan Houthi di Sanaa, Yaman, 19 Februari 2020. Khaled Abdullah/REUTERSPasukan Houthi menumpang di bak truk polisi, setelah menghadiri pertemuan Houthi di Sanaa, Yaman, 19 Februari 2020.

RIYADH, KOMPAS.com - Gencatan senjata sepihak diumumkan koalisi yang dipimpin Arab Saudi, dalam perang melawan pemberontak Houthi di Yaman. Keputusan ini memiliki dua sisi, sebagai harapan dan keraguan tersendiri.

Gencatan senjata selama dua minggu ini dimulai sejak Kamis (9/4/2020), dengan dalih agar tidak membahayakan warga sipil Yaman dari ancaman virus corona.

Pemberontak Houthi yang didukung Iran, belum secara resmi menanggapi keputusan tersebut, dalam konflik yang telah berlangsung lima tahun ini.

Baca juga: Demi Tangani Virus Corona, Arab Hentikan Serangan ke Houthi 2 Minggu

Namun, Yasser Al-Houri selaku sekretaris dewan politik Houthi, menanggapi deklarasi itu dengan skeptis, mengatakan bahwa Arab "tidak jujur dan melanggar setiap gencatan senjata yang mereka umumkan".

"Pengumuman gencatan senjata ini adalah untuk menghindari visi nasional sebenarnya yang menawarkan solusi nyata," kata Al-Houri dikutip dari AFP.

Ia merujuk pada program perdamaian yang diumumkan para pemberontak pada Rabu, tak lama sebelum Arab menyatakan gencatan senjata.

Jika gencatan senjata benar-benar terjadi, maka akan menjadi terobosan pertama sejak pihak-pihak yang bertikai menyetujui gencatan senjata yang diperantarai PBB di Swedia akhir 2018.

Baca juga: Terkait Perjanjian Damai dengan Arab Saudi, Houthi Suarakan 5 Tuntutan

Uni Emirat Arab (UEA) sekutu kunci dalam koalisi yang menurunkan pasukannya tahun lalu ketika konflik semakin pelik, memuji tindakan Arab sebagai "bijaksana dan bertanggung jawab".

"Ini adalah keputusan penting yang harus dibangun di atas, pada tingkat kemanusiaan dan politik," tulis Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash di Twitter-nya.

Inisiatif berdamai ini muncul menyusul meningkatnya pertempuran antara pihak-pihak yang bertikai, meski PBB telah menyerukan penghentian segera demi melindungi warga sipil di negara termiskin jazirah Arab tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upacara Memorial George Floyd Berjalan Damai, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman

Upacara Memorial George Floyd Berjalan Damai, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman

Global
Tanggapi Demo Black Lives Matters, Amerika Bersatu Serukan Persatuan Indonesia

Tanggapi Demo Black Lives Matters, Amerika Bersatu Serukan Persatuan Indonesia

Global
Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku 'Upskirting' Singapura Dipenjara

Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku "Upskirting" Singapura Dipenjara

Global
Curahan Hati Pekerja Seks di Tengah Pandemi Covid-19: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Curahan Hati Pekerja Seks di Tengah Pandemi Covid-19: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Global
Rasis, Remaja Kulit Hitam Di-bully Remaja Kulit Putih untuk Cium Sepatunya

Rasis, Remaja Kulit Hitam Di-bully Remaja Kulit Putih untuk Cium Sepatunya

Global
Usai Dipukuli dan Diusir Anaknya, Nenek Ini Diadopsi Pengusaha India

Usai Dipukuli dan Diusir Anaknya, Nenek Ini Diadopsi Pengusaha India

Global
Pemerintah Australia Siapkan Bantuan Tunai Rp 250 Juta untuk Warganya yang Ingin Renovasi Rumah

Pemerintah Australia Siapkan Bantuan Tunai Rp 250 Juta untuk Warganya yang Ingin Renovasi Rumah

Global
Pembunuh Berdarah Dingin Ini Santai Nikmati Kopi dan Rokok Usai Bantai Korbannya

Pembunuh Berdarah Dingin Ini Santai Nikmati Kopi dan Rokok Usai Bantai Korbannya

Global
Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Global
Merkel Tegaskan Tak Akan Maju untuk Kali Kelima

Merkel Tegaskan Tak Akan Maju untuk Kali Kelima

Global
Tak Kebagian Kursi di Kereta Api, Pria Ini Langsung Beli Mobil untuk Mudik

Tak Kebagian Kursi di Kereta Api, Pria Ini Langsung Beli Mobil untuk Mudik

Global
Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Global
Pria Ini Jual Istrinya, gara-gara Mahar Sepeda Motor Tidak Dipenuhi

Pria Ini Jual Istrinya, gara-gara Mahar Sepeda Motor Tidak Dipenuhi

Global
Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS

Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS

Global
Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Terancam Dipenjara 20 Tahun Lebih

Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Terancam Dipenjara 20 Tahun Lebih

Global
komentar
Close Ads X