Kesampingkan Perselisihan, Joe Biden dan Trump Berbicara via Telepon

Kompas.com - 07/04/2020, 11:53 WIB
Kombinasi gambar pada 24 September 2019 menunjukkan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP/ROBYN BECK, TIMOTHY A. CLARYKombinasi gambar pada 24 September 2019 menunjukkan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, berbicara dengan Presiden AS Donald Trump melalui telepon.

Kabar itu menjadi oase yang menyegarkan di tengah pandemi virus corona, mengingat sebelumnya dua figur ini saling mencela.

Percakapan telepon Biden dan Trump menjadi momen langka penyatuan, tujuh bulan sebelum Pilpres AS, dan di tengah krisis ekonomi dan kesehatan.

Baca juga: Tak Seperti Trump, Mantan Wapres AS Joe Biden Bakal Pakai Masker di Tempat Umum

"Kami mengalami percakapan yang menyenangkan," ujar presiden 73 tahun itu membenarkannya, dalam konferensi pers satuan tugas virus corona.

Trump menyatakan, mereka bercakap-cakap selama sekitar 15 menit, di mana Biden memberikan pandangannya. "Saya menghargainya," kata dia.

Dilansir AFP Senin (6/4/2020), direktur komunikasi mantan Wapres AS itu juga membenarkan bahwa keduanya melakoni "percakapan yang bagus".

Kate Bedingfield menerangkan, mantan wakil Barack Obama itu memberikan beberapa pandangan apa saja yang harus dicapai pemerintah AS dalam menangani Covid-19.

"Beliau juga mengapresiasi semangat yang ditunjukkan publik AS ketika menyambut tantangan ini," ucap Bedingfield dalam kicauannya di Twitter.

Rencana dua figur politik yang tengah banyak disorot ini untuk menggelar perbincangan telepon sudah mengemuka dalam beberapa hari terakhir.

Pekan lalu, presiden 73 tahun itu mengatakan bahwa dia akan senang jika mendapat telepon dari Biden. "Saya selalu berpikir dia adalah pria yang baik," pujinya.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

Global
komentar
Close Ads X