Di Turkmenistan, Sebut Virus Corona Saja Bakal Berakhir di Penjara

Kompas.com - 01/04/2020, 19:06 WIB
Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhammedov menunjukkan kebolehannya menggunakan senjata pada 2017. Screengrab from YouTubePresiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhammedov menunjukkan kebolehannya menggunakan senjata pada 2017.

ASHGABAT, KOMPAS.com - Pemerintah Turkmenistan dituding membuat hidup warganya dalam risiko setelah melarang adanya kata virus corona, bahkan melarang orang mengenakan masker.

Pemerintah setempat dikabarkan melarang virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu tidak boleh digunakan baik oleh media maupun jurnal kesehatan.

Bahkan, jurnalis di negara yang dikenal tertutup itu mengklaim, penduduknya dilarang untuk mengenakan masker ketika berada di luar rumah.

Baca juga: Presiden Turkmenistan Terekam Tembak Target Sambil Naik Sepeda

Ashgabat mengklaim seperti diwartakan Daily Mirror Rabu (1/4/2020), mereka belum mendapati adanya infeksi virus corona di wilayah mereka.

Meski begitu, laporan dari dalam Turkmenistan menyatakan, setiap orang yang sengaja mendiskusikan Covid-19 bakal berakhir di penjara.

Harian Turkmenistan Chronicle, yang tidak bisa diakses di dalam negerinya, mengulas brosur yang dirilis kementerian kesehatan setempat.

Dalam brosur tersebut, kementerian sama sekali tidak membahas pandemi yang telah menewaskan lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia.

Kemudian Radio Azatlyk yang independen juga mengklaim mereka mendapati laporan bahwa masyarakat dilarang memakai masker saat di luar rumah.

Jeanne Cavelier, Kepala Jurnalis Lintas Batas Wilayah Eropa Timur dan Asia Tengah menyatakan, Ashgabat menerapkan metode ekstrem untuk memberangu diskusi mengenai Covid-19.

"Penyangkalan informasi ini tak hanya tak hanya membahayakan warga Turkmenistan. Tapi juga bentuk pemerintahan otoriter Presiden Gurbanguly Berdymukhammedov.

Baca juga: Polisi Turkmenistan Larang Perempuan Mengemudikan Mobil

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X