Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Kompas.com - 28/03/2020, 19:09 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

MADRID, KOMPAS.com - Polisi Spanyol menggrebek enam orang pelaku pesta seks di sebuah rumah bordil, saat aturan lockdown masih berlaku di Negeri "Matador".

Enam orang tersebut dibekuk di sebuah flat (apartemen). Para pelaku diduga terlibat dalam praktik prostitusi.

Menurut laporan media setempat, beberapa tetangga di gedung itu memanggil polisi karena mengeluhkan orang yang keluar masuk flat dan memainkan musik dengan kencang.

Baca juga: Tunda Liburan ke Jepang, Ada Pembatasan Visa Kunjungan Termasuk untuk WNI

Dilansir dari Daily Mail, polisi menuju flat pada Sabtu (28/3/2020) dan menemukan 4 perempuan serta 2 pria telanjang di koridor, dengan tiga kamar tidur.

Pihak berwenang setempat juga menemukan minuman beralkohol dan puntung rokok di seluruh flat.

Polisi mencurigai rumah itu berfungsi sebagai tempat pelacuran, karena hanya 1 dari 4 perempuan tersebut yang terdaftar sebagai penyewa rumah.

Baca juga: Bupati Aceh Besar Surati Kemenhub Minta Bandara Sultan Iskandar Muda Ditutup Sementara

Petugas kemudian membubarkan pesta seks itu dan telah mengajukan laporan terhadap para pelaku.

Laporan mengklaim bahwa pihak berwenang setempat mengajukan pengaduan terhadap penyewa, karena melanggar peraturan polusi suara.

Kemudian lima orang lainnya juga dilaporkan karena melanggar aturan karantina, yang digalang pemerintah nasional untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Meski demikian, Daily Mail mengabarkan tidak ada penahanan yang terjadi.

Baca juga: Dokter Tim Persib Berikan Keterangan Penanganan Wander Luiz yang Terjangkit Covid-19

Pesta narkoba digerebek di Barcelona

Sementara itu di Barcelona, polisi yang menyamar berhasil menangkap 8 orang yang dituduh melanggar lockdown dengan mengadakan pesta narkoba pada Kamis (26/3/2020).

Dilansir dari New York Post, salah satu pelaku mengaku kepada polisi dia telah menyewa apartemen selama seminggu untuk menjalankan aksinya.

Polisi kemudian menyita barang bukti berupa obat-obatan terlarang seperti kokain dan cairan ekstasi.

Baca juga: Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Kemudian The Sun mengabarkan, 20 orang sempat akan mengadakan pesta seks di Spanyol yang dirancang dari situs web. Namun polisi berhasil menggagalkannya.

Kepala kepolisian mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan 55 penangkapan di seluruh negeri, dan mendenda 6.000 orang karena melanggar aturan lockdown.

Hukuman juga menjerat bagi para pelanggar social distancing, salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: WHO: Kekurangan APD Kronis dan Global, Solusinya Kerja Sama dan Solidaritas

Hingga Sabtu (28/3/2020) Spanyol memiliki total 72.248 kasus virus corona, terbanyak keempat di dunia setelah Amerika Serikat (AS), China, dan Italia.

Jumlah korban meninggal sebanyak 5.690 orang, sedangkan pasien sembuh berjumlah 12.285, menurut data dari Worldometers.

Baca juga: Seekor Kucing di Belgia Ditemukan Terinfeksi Virus Corona

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com