Ibunda Jokowi Meninggal, Presiden dan PM Singapura Ucapkan Belasungkawa

Kompas.com - 26/03/2020, 15:36 WIB
[ARSIP FOTO] Ibunda Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo mengikuti peluncuran buku anaknya yang berjudul Jokowi, Spirit Bantaran Kali Anyar di Jakarta, Jumat (14/9/2012). Ibu Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia di Solo pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16:45 WIB. ANTARA FOTO/DHONI SETIAWAN[ARSIP FOTO] Ibunda Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo mengikuti peluncuran buku anaknya yang berjudul Jokowi, Spirit Bantaran Kali Anyar di Jakarta, Jumat (14/9/2012). Ibu Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia di Solo pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16:45 WIB.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Ucapan belasungkawa turut diucapkan oleh Presiden dan Perdana Menteri Singapura, terkait wafatnya ibunda Presiden RI Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo.

Dalam pernyataan yang diunggah dalam Facebook Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, Presiden Halimah Yacob dan PM Lee Hsien Loong menuliskan ucapan duka citanya.

Baca juga: Ibunda Jokowi Sujiatmi Notomiharjo dan Warisan Nilai Mendidik Keluarga

"Suami saya Mohamed dan saya turut bersedih atas meninggalnya ibunda tercinta Ibu Sudjiatmi Notomohardjo."

"Kami mengucapkan belasungkawa terdalam, dan berharap Anda beserta keluarga diberi ketabahan dan kekuatan dalam masa sulit ini," demikian keterangan tertulis dari Halimah Yacob.

Baca juga: Jenazah Ibunda Jokowi Dimakamkan di Sisi Kanan Makam Sang Suami

Sementara itu Lee Hsien Loong di saat yang bersamaan hari ini (26/3/2020) juga mengucapkan belasungkawa.

"Kepada Presiden Jokowi, Ho Ching dan saya mengirimkan belasungkawa terdalam atas meninggalnya ibunda terkasih, Ibu Sudjiatmi Notomihardjo."

"Meski kami belum sempat bertemu dengan Ibu Sudjiatmi, kami tahu bagaimana rasanya kehilangan orangtua, dan kesedihan serta rasa sakit yang Anda rasakan."

"Perhatian dan doa kami mengiringi Anda dan keluarga selama masa sulit ini," demikian keterangan tertulis dari Lee Hsien Loong.

Baca juga: Fakta Lengkap Wafatnya Ibunda Jokowi, 4 Tahun Menderita Sakit Kanker hingga Tinggalkan Dua Wasiat

Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020) pukul 16.45 WIB di RS Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

Beliau meninggal dalam usia 77 tahun, setelah menjalani perawatan karena sakit kanker.

Baca juga: Ibunda Jokowi Wafat, Gubernur BI Sampaikan Belasungkawa

Jenazah Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020) siang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, jenazah Sujiatmi tiba di pemakaman sekitar pukul 13.00 WIB.

Peti jenazah Sujiatmi dikeluarkan dari mobil jenazah dan diangkat oleh enam anggota Paspampres berseragam merah putih menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.

Baca juga: Sebelum Jenazah Ibunda Dimakamkan, Jokowi dan Keluarga Jalani Tradisi Brobosan

Presiden Jokowi bersama keluarga turut mengiringi peti jenazah sang ibunda menuju pemakaman.

Terlihat putra pertamanya, Gibran Rakabuming Raka membawa foto mendiang sang nenek.

Lantunan tahlil berkumandang mengiringi prosesi pemakaman Sujiatmi. Almarhumah dimakamkan di sisi kanan makam suaminya, Notomiharjo.

Baca juga: Dukacita SBY untuk Ibunda Jokowi: Selamat Jalan Ibu Noto, Semoga Tenang di Sisi Allah SWT


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dilanda 2 Serangan dalam Sehari, Perancis Naikkan Status Darurat ke Level Tertinggi

Dilanda 2 Serangan dalam Sehari, Perancis Naikkan Status Darurat ke Level Tertinggi

Global
Kisah Misteri: 'Devil's Breath' dan Mitosnya yang Kelam

Kisah Misteri: 'Devil's Breath' dan Mitosnya yang Kelam

Global
Surat PM Pakistan kepada Para Pemimpin Negara Mayoritas Muslim: Lawan Islamofobia

Surat PM Pakistan kepada Para Pemimpin Negara Mayoritas Muslim: Lawan Islamofobia

Global
Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Global
1 Orang Dipenggal dalam Serangan di Gereja Perancis, Ini Tanggapan Rusia

1 Orang Dipenggal dalam Serangan di Gereja Perancis, Ini Tanggapan Rusia

Global
Deretan Kasus Serangan Terorisme yang Membunuh Sejumlah Warga di Perancis

Deretan Kasus Serangan Terorisme yang Membunuh Sejumlah Warga di Perancis

Global
Penjaga Konsulat Perancis di Jeddah Ditikam Seorang Warga Arab Saudi

Penjaga Konsulat Perancis di Jeddah Ditikam Seorang Warga Arab Saudi

Global
3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal

3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal

Global
Demi Belikan Anaknya Perman dan Baju, Ibu Ini Jual Bayi Baru Lahir Rp 4,7 Juta

Demi Belikan Anaknya Perman dan Baju, Ibu Ini Jual Bayi Baru Lahir Rp 4,7 Juta

Global
Penusukan di Gereja Nice Perancis, Pelaku Ditahan, Presiden Rapat Darurat

Penusukan di Gereja Nice Perancis, Pelaku Ditahan, Presiden Rapat Darurat

Global
Al-Qaeda Masih 'Terikat Kuat' dengan Taliban, Akankah Perdamaian di Afghanistan Tercapai?

Al-Qaeda Masih "Terikat Kuat" dengan Taliban, Akankah Perdamaian di Afghanistan Tercapai?

Global
Terjadi Penusukan di Gereja Perancis, 2 Tewas dan Beberapa Luka-luka

Terjadi Penusukan di Gereja Perancis, 2 Tewas dan Beberapa Luka-luka

Global
Paus Fransiskus Sebut Covid-19 sebagai 'Perempuan yang Harus Dipatuhi'

Paus Fransiskus Sebut Covid-19 sebagai "Perempuan yang Harus Dipatuhi"

Global
Perang Yaman Memanas, Ibu Kota Arab Saudi Bisa Jadi Target Rudal

Perang Yaman Memanas, Ibu Kota Arab Saudi Bisa Jadi Target Rudal

Global
Dipenjara 17 Tahun, Eks Presiden Korsel Akan Habiskan Sisa Hidup di Balik Jeruji Besi

Dipenjara 17 Tahun, Eks Presiden Korsel Akan Habiskan Sisa Hidup di Balik Jeruji Besi

Global
komentar
Close Ads X