Khawatir Terinfeksi Corona, Julian Assange Gagal Dapat Jaminan

Kompas.com - 26/03/2020, 14:05 WIB
Kejaksaan Swedia menyatakan siap memeriksa pendiri Wikileaks, Julian Assange, dalam kasus dugaan pemerkosaan. BBCKejaksaan Swedia menyatakan siap memeriksa pendiri Wikileaks, Julian Assange, dalam kasus dugaan pemerkosaan.

LONDON, KOMPAS.com - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange pada Rabu (25/3/2020) gagal dalam upayanya untuk mendapatkan jaminan setelah dia berpendapat bahwa dia berisiko terkena virus corona di penjara Inggris tempat dia ditahan.

"Seperti yang terjadi saat ini, pandemi global ini tidak memberi pembebasan pada Assange," kata hakim Vanessa Baraitser di Pengadilan Westminster Magistrates.

Assange saat ini berada di penjara Belmarsh dengan keamanan tinggi di London Selatan saat dia melawan permintaan ekstradisi oleh AS untuk diadili di sana atas tuduhan spionase.

Baca juga: Meski Positif Corona, Pangeran Charles Masih Bekerja dengan Semangat Tinggi

Baraitser menunjukkan bahwa pria berusia 48 tahun itu, yang mengikuti proses melalui videolink, telah melanggar perintah jaminan ketika dia melarikan diri ke kedutaan Ekuador pada 2012.

Pada saat itu, otoritas Swedia berusaha mengekstradisi dia atas klaim kekerasan seksual yang kemudian dibatalkan.

Sementara itu, pengacara Assange, Edward Fitzgerald, mengatakan saat ini tidak ada kasus infeksi virus corona di Belmarsh tetapi 100 petugas penjara tidak bekerja dan ada "risiko yang sangat nyata dan fatal".

 

Kepedulian terhadap kesehatan warga Australia ini meningkat di balik jeruji besi karena dia memiliki riwayat penyakit, termasuk infeksi pernapasan.

Sidang ekstradisi penuhnya akan dilanjutkan selama tiga minggu pada pertengahan Mei mendatang.

Saat itu para saksi akan dipanggil dan diperiksa berulang-ulang, dengan putusan yang akhirnya diharapkan keluar paling lambat pada Agustus.

Namun, persidangan dapat ditunda karena telah dipengaruhi oleh wabah virus corona.

Assange menghadapi dakwaan di bawah Undang-Undang AS atas tuduhan Spionase karena merilis berkas rahasia yang merinci aspek kampanye militer AS di Afghanistan dan Irak pada 2010, serta satu tuduhan tentang peretasan komputer.

Putusan terhadap Assange bisa membuatnya dipenjara selama 175 tahun.

Inggris saat ini mempertimbangkan untuk melepaskan beberapa narapidana di Inggris dan Wales untuk mengurangi tekanan pada penjara, di mana 10 persen staf tidak bekerja setelah menunjukkan gejala virus.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan 'Pasien Nol' Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan "Pasien Nol" Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

Global
Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Global
832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

Global
Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Global
India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

Global
Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Global
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Global
Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Global
Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Global
Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Global
Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Global
Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Global
Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Global
Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Global
Wabah Covid-19, Sri Paus Fransiskus Gelar Berkat Urbi et Orbi

Wabah Covid-19, Sri Paus Fransiskus Gelar Berkat Urbi et Orbi

Global
komentar
Close Ads X