Virus Corona di Eropa: Sepak Bola Ditunda, Pemain dan Pelatih Positif Terinfeksi

Kompas.com - 13/03/2020, 10:00 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, resmi terinfeksi virus corona. Arteta sempat bersalaman dengan pemilik Olympiakos, Evangelos Marinakis, yang belakangan juga diketahui positif Covid-19. JOHN SIBLEY/REUTERSManajer Arsenal, Mikel Arteta, resmi terinfeksi virus corona. Arteta sempat bersalaman dengan pemilik Olympiakos, Evangelos Marinakis, yang belakangan juga diketahui positif Covid-19.

KOMPAS.com - Wabah virus corona yang telah naik tingkat ke pandemik turut berimbas ke kompetisi sepak bola Eropa.

Sejumlah pertandingan harus ditunda, baik liga domestik maupun kancah internasional seperti Liga Champions dan Liga Europa.

Beberapa klub pun menerapkan karantina kepada para pemainnya.

Berikut ini adalah negara-negara yang laju sepak bolanya terhambat akibat penyebaran virus corona, yang dirangkum dari pemberitaan AFP.

Baca juga: Corona Menyerang Dunia Sepak Bola, dari Rugani hingga Arteta Dinyatakan Positif

1. Inggris

Liga Primer adalah kompetisi domestik terbaru yang ikut terdampak virus corona.

Laga Manchester City vs Arsenal pada Rabu (11/3) harus ditunda lantaran para pemain Arsenal harus menjalani karantina setelah melakukan kontak dengan pemilik Olympiakos, Evangelos Marinakis, dalam pertemuan kedua tim di Liga Europa (28/2/2020).

Marinakis dinyatakan positif virus corona dan sempat bersalaman dengan pemain-pemain Arsenal, termasuk manajer The Gunners Mikel Arteta yang kemudian juga tertular Covid-19.

Meski begitu, laga tandang Arsenal ke Brighton dijadwalkan akan tetap berjalan, karena periode karantina telah selesai.

Namun ada wacana pemerintah akan menerapkan pertandingan dimainkan tanpa penonton sampai akhir musim, dan pub-pub di Inggris dilarang menyiarkan pertandingan di televisi untuk menghindari berkumpulnya massa.

Baca juga: Deretan Pesohor yang Positif Corona, dari Tom Hanks hingga Menkes Inggris Nadine Dorries

2. Spanyol

La Liga menunda semua pertandingan di kasta tertinggi selama dua pekan, setelah menggelar pertemuan dengan federasi sepak bola Spanyol RFEF dan Asosiasi Pesepak Bola Spanyol AFE.

Sebelumnya pada Selasa ditetapkan pertandingan dimainkan tanpa penonton, tapi kemudian diputuskan untuk ditunda seluruhnya.

Keputusan ini turun bersamaan dengan Real Madrid yang mengarantina pemain-pemain di tim utama, setelah ada salah satu pemain basketnya yang positif virus corona.

Pemain basket dan sepak bola Real Madrid memakai fasilitas yang sama di pusat pelatihannya.

Final Copa del Rey antara Real Sociedad vs Athletic Bilbao yang dijadwalkan pada 18 April juga ditunda.

Sampai Kamis (12/3/2020) Spanyol mengumumkan 2.140 kasus virus corona dengan 48 korban meninggal.

Baca juga: BREAKING: Laga Man City Vs Real Madrid di Liga Champions Resmi Ditunda

3. Italia

Pertandingan di Serie A harus ditunda sampai 3 April mendatang, sesuai instruksi lockdown Italia yang ditetapkan Perdana Menteri Giuseppe Conte.

Pada Rabu (11/3/2020) Juventus mengumumkan pemainnya, Daniele Rugani, positif mengidap virus bernama resmi SARS-CoV-2 ini.

Akhir pekan lalu semua pertandingan sempat dimainkan tanpa penonton. Namun jadwal Serie A sudah telanjur molor empat pekan dari yang seharusnya sudah dimainkan.

Sementara itu Coppa Italia juga terhenti. Pekan lalu leg kedua semi-final ditunda.

Baca juga: Dampak Lockdown Italia karena Virus Corona: Serie A Dihentikan, Upacara Pemakaman Ditiadakan

4. Jerman

Laga pertama Bundesliga yang dimainkan tanpa penonton digelar pada Rabu (11/3/2020) yang mempertemukan Borussia Moenchengladbach dengan Koeln.

Semua pertandingan Bundesliga akhir pekan ini akan dimainkan secara tertutup.

Akhir pekan lalu, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menyerukan semua acara yang melibatkan lebih dari 1.000 orang harus dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Rabu lalu, Timor Huebers yang bermain di klub divisi dua Hannover 96 adalah pesepak bola pertama yang terinfeksi virus corona di Jerman.

Baca juga: Krzysztof Piatek Dihantui Kutukan AC Milan di Bundesliga

5. Perancis

Situasi berubah cepat di "Negeri Eiffel". Akhir pekan lalu pertemuan PSG dengan Strasbourg harus ditunda terkait penyebaran virus corona di bagian timur Perancis.

Adanya instruksi dari pemerintah Perancis untuk membatalkan semua acara yang melibatkan lebih dari 1.000 orang, turut berimbas ke sepak bola di sana.

Sampai 15 April semua pertandingan Ligue 1 dan Ligue 2 dimainkan tanpa penonton.

Final Piala Liga antara PSG vs Lyon yang sedianya digelar pada 4 April, juga ditunda agar di kemudian hari bisa disaksikan banyak orang di stadion.

Baca juga: Cegah Corona dengan Kerja di Rumah, Ini 8 Tips Agar Tetap Produktif

6. Negara-negara lainnya

Swiss pekan lalu menunda semua pertandingan di dua kasta teratas mereka sampai akhir Maret.

Kemudian Portugal menetapkan semua pertandingan di dua divisi tertinggi dimainkan tanpa penonton, sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Yunani juga menerapkan pertandingan tertutup selama dua pekan, sedangkan di Belanda laga yang dimainkan di selatan provinsi Braban Utara harus ditunda, dan ini adalah wilayah asal PSV Eindhoven.

Beberapa karyawan Ajax Amsterdam harus dikarantina sejak pekan lalu, usai kunjungan Thomas Kahlenberg di Amsterdam.

Eks pemain internasional Denmark itu dinyatakan positif virus corona.

Baca juga: Serangan Virus Corona: Perdana Menteri Denmark Lakukan Lockdown

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembatalan Ibadah Haji 2020 Juga Berdampak ke WNI di Mekkah

Pembatalan Ibadah Haji 2020 Juga Berdampak ke WNI di Mekkah

Global
Demi Bisa Lihat Anak-anaknya Saat Karantina, Pria Ini Menyamar

Demi Bisa Lihat Anak-anaknya Saat Karantina, Pria Ini Menyamar

Global
Cek Fakta, Pernyataan Trump Saat Demo Rusuh yang Tidak Sesuai Kenyataan

Cek Fakta, Pernyataan Trump Saat Demo Rusuh yang Tidak Sesuai Kenyataan

Global
Ditanya Apa Punya Masalah dengan Anwar Ibrahim, Mahathir: Tanya Sendiri ke Dia

Ditanya Apa Punya Masalah dengan Anwar Ibrahim, Mahathir: Tanya Sendiri ke Dia

Global
Anggota Komunitas Telanjang Inggris Naik 100 Persen Selama Pandemi Virus Corona

Anggota Komunitas Telanjang Inggris Naik 100 Persen Selama Pandemi Virus Corona

Global
Mantan Presiden AS George W Bush Tak Akan Pilih Trump di Pilpres 2020

Mantan Presiden AS George W Bush Tak Akan Pilih Trump di Pilpres 2020

Global
Pelaku Kasus Gajah Mati Makan Petasan Ditangkap, Terancam Dipenjara 7 Tahun

Pelaku Kasus Gajah Mati Makan Petasan Ditangkap, Terancam Dipenjara 7 Tahun

Global
Penuh Haru, Pastor Ini Lakukan Perjamuan Kudus pada Pasien Covid-19 Sambil Pakai APD

Penuh Haru, Pastor Ini Lakukan Perjamuan Kudus pada Pasien Covid-19 Sambil Pakai APD

Global
Sikap Trump Bikin Partai Republik Khawatir di Pilpres AS 2020

Sikap Trump Bikin Partai Republik Khawatir di Pilpres AS 2020

Global
Kronologi dan Dampak Terbunuhnya Pimpinan Al Qaeda Afrika Utara, Abdelmalek Droukdel

Kronologi dan Dampak Terbunuhnya Pimpinan Al Qaeda Afrika Utara, Abdelmalek Droukdel

Global
21.000 Ton Minyak Tumpah di Siberia, AS Ingin Bantu Bersih-bersih

21.000 Ton Minyak Tumpah di Siberia, AS Ingin Bantu Bersih-bersih

Global
Terungkap, Trump Ingin 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di Washington

Terungkap, Trump Ingin 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di Washington

Global
Peselancar Ini Tewas dalam Serangan Hiu di Australia

Peselancar Ini Tewas dalam Serangan Hiu di Australia

Global
Bikin Mesin Cuci Tangan, Bocah asal Kenya Ini Raih Penghargaan Presiden

Bikin Mesin Cuci Tangan, Bocah asal Kenya Ini Raih Penghargaan Presiden

Global
Dorong Kakek 75 Tahun Saat Demo George Floyd, 2 Polisi Ini Jadi Tersangka

Dorong Kakek 75 Tahun Saat Demo George Floyd, 2 Polisi Ini Jadi Tersangka

Global
komentar
Close Ads X