Kultur Fencan Alias Makan "Sendiri-sendiri" Dinilai Solutif Hentikan Penularan Virus Corona di China

Kompas.com - 08/03/2020, 16:01 WIB
Budaya berbagi makanan menggunakan alat makan individu dipercaya mampu menularkan penyakit seperti hepatitis dan SARS. Namun untuk virus corona masih belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Meski begitu, pakar medis menyarankan agar menghindari budaya makan bersama dan membagikannya dengan alat makan individu karena berpotensi menularkan penyakit. PIXABAY/Karrie ZhuBudaya berbagi makanan menggunakan alat makan individu dipercaya mampu menularkan penyakit seperti hepatitis dan SARS. Namun untuk virus corona masih belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Meski begitu, pakar medis menyarankan agar menghindari budaya makan bersama dan membagikannya dengan alat makan individu karena berpotensi menularkan penyakit.

BEIJING, KOMPAS.com - Dilansir dari Aljazeera, sebuah gerakan fundamental  menyebut slogan "perang melawan wabah virus corona di ujung lidah Anda," menargetkan (mengkritisi) cara makan bersama di China.

Kampanye fundamental ini mempromosikan penggunaan sajian sendok dan sumpit 'publik' (sebagai lawan sumpit pribadi seseorang untuk membantu menghentikan penyebaran virus).

Asumsi yang mendasari bahwa virus corona dapat menyebar melalui peralatan makan belum terbukti. Seperti halnya juga bahwa penyakit ini mampu menular melalui makanan secara umum.

Juru bicara Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS menyatakan bahwa pihaknya juga belum mengetahui adanya laporan tentang penularan virus corona melalui makanan atau kemasan makanan.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona: Seperempat Populasi Warga Italia Dikarantina

Meski secara ilmiah belum terbukti, beberapa pakar medis menyarankan bahwa berbagi makanan dengan peralatan makan individu sebaiknya dihindari.

Pembuktian ilmiah memang dibutuhkan tetapi air ludah yang ada di peralatan makan bisa jadi memerankan penularan ketika makan bersama.

"Beberapa patogen dan bakteri juga bisa menular dengan makan menggunakan peralatan makanan bersama," ujar juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, "Resiko penyebaran virus corona melalui alat makan masih belum diketahui namun dapat diterima logika berdasarkan pengetahuan."

Untuk kasus SARS pada 2003 silam misalnya, penularan bisa melalui peralatan makan.

Menurut mantan direktur jenderal Pusat Persiapan dan Respon Darurat Public Health Agency di Kanada, Ronald St. John, penularan virus SARS bisa melalui air liur yang menempel pada sumpit, bergantung pada temperatur makanannya, yang akan membuat virus mampu bertahan dan menular ke orang lain melalui sumpit itu.

Baca juga: Takut Terjangkit Virus Corona, Suami Kurung Istri di Kamar Mandi

Berbagi lauk makan menggunakan alat makan individu merupakan kultur makan orang China baik di rumah maupun restoran.

Namun sejak wabah hepatitis, SARS dan kini virus corona, budaya mengonsumsi makanan individu tanpa berbagi dengan yang lain lebih diajukan sebagai solusi potensial dibandingkan membagi makanan dengan alat makan individu dalam mencegah virus corona.

Tradisi makan 'sendiri-sendiri' ini disebut fencan dan telah ada sejak sebelum Dinasti Zhou (1046-256 BCE).

 

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X