Sambut Kedatangan Trump, India Gusur Warga Miskin

Kompas.com - 19/02/2020, 08:36 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi saat bertemu di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pada 30 November 2018. AFP/SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi saat bertemu di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pada 30 November 2018.

AHMEDABAD, KOMPAS.com - India menolak atas tuduhan penyembunyian orang-orang miskin dari Donald Trump. Meski begitu, tembok bata masih terus dibangun di daerah kumuh mereka karena akses jalannya akan dipakai untuk jalur lewat presiden Trump.

Pekan depan saat kedatangan Trump di Ahmedabad, 400 meter tembok bata yang saat ini masih dibangun akan digunakan sebagai "alasan keamanan, kerapian dan kebersihan."Ungkap Bijal Patel, salah satu pejabat pemerintah setempat.

Namun warga bernama Keshi Saraniya mengatakan, "Kenapa pemerintah menyembunyikan kami yang miskin? Kenapa tidak gunakan saja (uangnya) untuk memperbaiki wilayah kumuh dan menyediakan fasilitas yang baik bagi kami?"

Baca juga: Parasite Dituding Curi Ide Cerita Film India, Minsara Kanna

Trump akan datang menghadiri acara bertajuk Namaste Trum atau "Salam Trump" pada sebuah stadion kriket terbesar di dunia.

Acara itu menyerupai pertunjukan Howdy Modi yang dihadiri Perdana Menteri India, Narendra Modi di Houston pada September lalu.

Presiden Trump akan meresmikan  Stadion Motera yang kembali dibangun dan mampu menampung 110 ribu penonton.

Pengusiran Terhadap Warga Miskin

Namun di luar persiapan menyambut Trump, sebanyak 45 keluarga miskin di daerah kumuh dekat lokasi stadion mengalami penggusuran. 

Warga tersebut menjelaskan bahwa mereka diminta pergi karena acara yang akan berlangsung pada Senin mendatang. 

Baca juga: Berusia 25 Tahun, Miliarder India Ini Akan Ekspansi Bisnis Perhotelannya ke AS

Salah satu warga tersebut, Sanjay Patani mengungkapkan kemarahannya, "Ini tidak adil. Kami telah tinggal di sini selama 20 tahun. Kini tiba-tiba kami harus pergi karena seorang pemimpin penting akan mengunjungi kota hanya dalam waktu sehari."

Sementara itu, pejabat pemerintah Kishore Varna mengatakan bahwa wilayah tersebut milik otoritas lokal dan penggusuran merupakan hal legal.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjuangan Dokter di Malaysia Rawat Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Perjuangan Dokter di Malaysia Rawat Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Global
Wabah Covid-19, Sri Paus Fransiskus Gelar Berkat Urbi et Orbi

Wabah Covid-19, Sri Paus Fransiskus Gelar Berkat Urbi et Orbi

Global
Singapura Lengang, Setelah Pemerintah Imbau Warga Berdiam di Rumah

Singapura Lengang, Setelah Pemerintah Imbau Warga Berdiam di Rumah

Global
Tekan Infeksi Virus Corona, Vietnam Gunakan Warga sebagai Informan

Tekan Infeksi Virus Corona, Vietnam Gunakan Warga sebagai Informan

Global
Jalani Bulan Madu di Kapal, Pengantin Baru Ini Terjebak Lockdown

Jalani Bulan Madu di Kapal, Pengantin Baru Ini Terjebak Lockdown

Global
Malaysia Perpanjang Lockdown Virus Corona, TKI: Makan Dikurangi

Malaysia Perpanjang Lockdown Virus Corona, TKI: Makan Dikurangi

Global
Indonesia Masuk Prioritas Korsel dalam Ekspor Alat Tes Virus Corona

Indonesia Masuk Prioritas Korsel dalam Ekspor Alat Tes Virus Corona

Global
Penjual Udang di Pasar Seafood Wuhan Mungkin adalah 'Pasien Nol' Virus Corona

Penjual Udang di Pasar Seafood Wuhan Mungkin adalah "Pasien Nol" Virus Corona

Global
Donat Dr Fauci, Apresiasi Rakyat AS pada Dr Anthony Fauci Terkait Fakta Obat Virus Corona

Donat Dr Fauci, Apresiasi Rakyat AS pada Dr Anthony Fauci Terkait Fakta Obat Virus Corona

Global
Kisah Para Ibu Hamil di Wabah Covid-19 Eropa, Antara Optimistis dan Cemas

Kisah Para Ibu Hamil di Wabah Covid-19 Eropa, Antara Optimistis dan Cemas

Global
Uni Eropa: Pemulihan dari Covid-19 Harus demi Kebaikan Lingkungan

Uni Eropa: Pemulihan dari Covid-19 Harus demi Kebaikan Lingkungan

Global
Paus Fransiskus Sumbang 30 Respirator untuk Bantu Pasien Virus Corona

Paus Fransiskus Sumbang 30 Respirator untuk Bantu Pasien Virus Corona

Global
8 Tahun Vakum, Bob Dylan Sindir Kasus Pembunuhan John F Kennedy Lewat Lagu Baru, 'Murder Most Foul'

8 Tahun Vakum, Bob Dylan Sindir Kasus Pembunuhan John F Kennedy Lewat Lagu Baru, "Murder Most Foul"

Global
Covid-19, Pakar India Peringatkan Penularan Massal jika Lockdown Dilanggar

Covid-19, Pakar India Peringatkan Penularan Massal jika Lockdown Dilanggar

Global
Selain Singapura, Laboratorium AS Ciptakan Alat Uji Virus Corona Hanya 5 Menit

Selain Singapura, Laboratorium AS Ciptakan Alat Uji Virus Corona Hanya 5 Menit

Global
komentar
Close Ads X