Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/12/2022, 17:10 WIB

KOMPAS.com - Edamame asal Jember terkenal sampai ke Jepang. Namun sayangnya, edamame masih kurang populer di Indonesia. Pasar terbesar produsen edamame swasta nasional di Jember, PT Mitratani Dua Tujuh, saat ini adalah Jepang.

Jumlah ekspor edamame asal Jember ini jauh lebih besar ketimbang pasar lokal.  

"Memang untuk mengedukasi bahwa produk frozen itu jauh lebih baik, masih sulit di masyarakat kita. Edamame frozen itu mudah, higienis, dan sehat," kata Diretktur Mitratani Dua, Arif Suharyadi dalam rangakaian acara ulang tahun Himpunan Anak Media di Jember, Rabu (23/11/2022). 

Arif menyebutkan, banyak masyarakat Indonesia yang berpikir untuk mencari edamame segar jika ingin masak. 

Padahal, sayuran beku yang disimpan dengan suhu di bawah 17 derajat celcius lebih higienis dan tahan disimpan sampai satu tahun. 

Baca juga:

"Saat ini pasar lokal kita memang masih di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta," kata Arif. 

Adapun edamame yang banyak disantap orang Indonesia di restoran sushi kenamaan, ia menyebutkan kebanyakan asalnya dari Jember bukan Jepang. 

"Konsumen di Jepang sendiri merasa kalau edamame jember ini lebih bagus daripada di Jepang," kata Arif.  

Faktor lain yang menurut Arif berpengaruh pada kurang populernya edamame di Indonesia, karena tanaman berpolong ini aslinya bukan dari Indonesia, melainkan dari Asia Timur.

Sebagai perbandingan, PT Mitratani Dua Tujuh mengekspor 4.000 ton per tahun, sementara penjualan pasar lokal mencapai 100 ton per bulan. 

Selain edamame, PT Mitratani Dua Tujuh juga memproduksi okra dan sayuran campur (mix vegetables) dalam kondisi matang dan dibekukan. 

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+