Kompas.com - 08/06/2021, 10:35 WIB

KOMPAS.com – Daging kambing umumnya dikenal sulit untuk dimasak. Daging yang satu ini harus dimasak dalam waktu lama agar empuk dan bumbunya meresap.

Namun tak melulu seperti itu, daging kambing juga bisa dimasak dalam waktu sebentar. Salah satunya adalah dengan cara pan-fried atau digoreng sebentar dalam sedikit minyak.

Cara masak seperti ini cocok dilakukan untuk daging yang mudah empuk, misalnya bagian iga atau pinggang.

Executive Chef Hotel Santika Mega City Bekasi Sadar Bonar Nababan mempraktikkannya saat membuat sajian Iga Kambing Sambal Jambrong dalam sesi Live IG Kangen Masakan Kampungku di Instagram @my.foodplace, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Resep Iga Kambing Sambal Jambrong ala Chef Hotel, Pakai Andaliman

Tanpa termometer

Jika tak memiliki termometer, kamu bisa mengukur tingkat kematangan dari waktu memasak yang diperlukan. Bonar memberikan ukuran waktu untuk memasak iga kambing hingga matang.

“Contoh yang tadi saya buat (dagingnya) punya tingkat ketebalan satu sentimeter. Kalau untuk satu sentimeter kalau hasil rare susah ya, paling maksimal medium,” kata Bonar.

Ia mencontohkan untuk tingkat kematangan medium, kamu perlu memasak setiap sisi daging iga kambing yang sudah dipisahkan dari tulangnya selama masing-masing lima detik saja.

“Setelah itu kita resting, diamkan dulu. Dia akan mencapai hasil medium. Resting-nya dua menit,” sambung Bonar.

Ilustrasi daging kambing mentah. Cara menghilangkan bau prengus daging kambing dengan dilumuri air jeruk.SHUTTERSTOCK/VIS FINE ART Ilustrasi daging kambing mentah. Cara menghilangkan bau prengus daging kambing dengan dilumuri air jeruk.

Sementara untuk mencapai hasil well done, kamu perlu memasak setiap sisinya selama 30 detik masing-masing.

Setelah itu resting daging selama dua menit. Baru daging siap dipotong-potong atau langsung disantap.

Patokan waktu tersebut hanya standard ketika memasak daging dengan ketebalan satu sentimeter. Jika daging semakin tebal, maka waktu memasaknya bisa lebih lama.

Selain menggunakan ukuran waktu, kamu juga bisa mengukurnya dengan jari tangan. Teknik ini populer untuk mengukur tingkat kematangan steak daging sapi.

Namun, bisa juga digunakan untuk mengukur tingkat kematangan daging kambing.

Baca juga: 7 Ide Olahan Daging Kambing Tanpa Santan, Gulai sampai Semur

Seperti dikutip dari berita Kompas.com, Executive Sous Chef Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa Wisnu Adiyatma menjelaskan caranya adalah dengan menempelkan ujung ibu jari dengan ujung masing-masing jari tangan. Kemudian raba bagian pangkal ibu jari.

Tingkat kepadatan pangkal ibu jari ketika disentuhkan ke masing-masing jari lain akan menunjukkan tingkat kematangan daging yang berbeda.

“Ujung ibu jari ketika ketemu sama ujung telunjuk, pangkal ibu jari itu ketika kita pegang dan kita kasih gentle pressure, kepadatannya itu sama dengan kepadatan ketika daging dalam kondisi rare atau masih agak mentah,” jelas Wisnu

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.