Kompas.com - 06/11/2020, 20:06 WIB
Nasi goreng warna-warni ijo Tole Kompas.com/Ryana AryaditaNasi goreng warna-warni ijo Tole

KOMPAS.com - Lampu penerang jalan tampak temaram, Jalan Panglima Polim V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan cukup sepi. Tak banyak kendaraan yang lewat.

Namun, di salah satu pinggiran trotoar, justru ramai dengan antrean orang serta kendaraan. Mereka berkerumun di gerobak pedagang nasi goreng yang tengah menjajakan dagangannya.

Saya penasaran dan mencari tahu keistimewaan nasi goreng ini. Pada etalase gerobak tertulis Nasi Goreng Pelangi alias warna-warni. Ada nasi goreng hijau, merah, dan hitam.

Butuh waktu mengantre sekitar 30 menit untuk mendapatkan sepiring nasi goreng. 

Sembari menunggu, pembeli dapat duduk di bangku atau lesehan yang tersedia.

Pedagang Nasi Goreng Pelangi bernama Mujianto (40) yang akrab disapa Tole cekatan membuat pesanan.

Tole pernah bekerja bersama William Wongso selama 10 tahun. Tole juga sempat membantu William Wongso untuk memasak di Istana Negara. 

Sejak 2012 ia merintis usaha sendiri dengan berjualan nasi goreng. Tole tak sendiri ia ditemani keluarganya saat berjualan.

Baca juga: Resep Nasi Goreng Magelangan ala Warung Burjo

Sang istri dan anak perempuannya membantu untuk memasukkan nasi goreng ke dalam piring maupun kotak. Mereka pula yang bertugas melayani pembayaran dari pembeli.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, pesanan saya pun jadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X