Hari Kopi Sedunia, Ketahui Sejarah Munculnya Kopi di Dunia

Kompas.com - 30/09/2020, 18:38 WIB
Selain sebagai minuman yang mampu mengusir kantuk, kopi juga memiliki serangkaian manfaat bagi kecantikan. ShutterstockSelain sebagai minuman yang mampu mengusir kantuk, kopi juga memiliki serangkaian manfaat bagi kecantikan.

KOMPAS.com – Kopi, minuman hitam yang mendunia ini mempunyai penikmatnya sendiri. Sampai ada Hari Kopi Sedunia yang jatuh setiap 1 Oktober.

Baca juga: 7 Istilah dalam Icip Kopi, Ada Acidity dan Aftertaste

Mengulik lebih jauh tentang kopi terdapat sejumlah kisah tentang asalnya. Tidak diketahui persis bagaimana atau kapan kopi ditemukan. Meski begitu, konon kopi pertama berasal dari Ethiopia, Afrika.

Dalam rangka Hari Kopi Sedunia 2020, simak sejarah munculnya kopi di dunia.

1. Kopi ditemukan penggembala kambing Ethiopia

Kopi diwariskan dari hutan kopi kuno di dataran tinggi Ethiopia, sejak berabad-abad lalu. Ada kisah tentang asal muasal kopi di sini.

Konon penggembala kambing bernama Kaldi, pertama kali menemukan buah kopi saat sedang menggembala kambing.

Kaldi menemukan kopi setelah dia memperhatikan bahwa setelah memakan buah beri dari pohon tertentu, kambingnya menjadi sangat energik.

Kagum dengan penemuan ini, Kaldi mengantongi buah itu dan bergegas pulang untuk memberi tahu istrinya.

Istrinya pun takjub dan menyebut temuan buah kopi itu sebagai "surga yang dikirim,". Istri Kaldi menyarankan untuk berbagi buah beri dengan para biarawan.

Kaldi pun memberikan buah itu kepada biarawan setempat. Dari biarawan itu akhirnya kopi dikenal orang setempat.

Namun melansir NCA USA, kisah itu tidak muncul secara tertulis. Jadi sulit untuk mengetahui kebenaran kisah itu.

Meski demikian, orang-orang percaya bahwa kebenaran dari cerita itu adalah penanaman kopi dimulai di Ethiopia.

Ilustrasi biji kopi di dalam karung goni. SHUTTERSTOCK/MEENZFOTO Ilustrasi biji kopi di dalam karung goni.

2. Kisah kopi dari Yaman

Melansir The Spruce Eats, ada juga kisah kopi yang datang dari Yaman.

Legenda dari Yaman menceritakan bahwa dahulu mistikus sufi Yaman Ghothul Akbar Nooruddin Abu al-Hasan al-Shadhili sedang melakukan perjalanan melalui Ethiopia.

Dia bertemu dengan beberapa burung yang sangat energik. Burung tersebut memakan buah tanaman kelinci (dikenal di tempat lain sebagai tanaman kopi).

Lelah dari perjalanannya, dia memutuskan untuk mencoba buah beri ini untuk dirinya sendiri. Dia menemukan bahwa buah beri ini membuatnya lebih energik.

Meskipun ada beragam catatan sejarah kopi dari abad ke-9 dan sebelumnya, bukti paling awal yang dipercaya bahwa kopi berasal dari Ethiopia. Kopi sampai ke Yaman karena diimpor ke negara ini.

Namun, ketika berbicara tentang kopi dan negara Arab maka di situlah kopi mulai dikenal.

Ilustrasi proses pembersihan biji kopi dari kotoran di Bener Meriah, Aceh. SHUTTERSTOCK/HENDRA MURDANI Ilustrasi proses pembersihan biji kopi dari kotoran di Bener Meriah, Aceh.

3. Budidaya dan perdagangan kopi

Budidaya dan perdagangan kopi dimulai di Semenanjung Arab. Pada abad ke-15, kopi ditanam di distrik Yaman. Lalu pada abad ke-16 dikenal di Persia, Mesir, Suriah, dan Turki.

Kopi tidak hanya dinikmati di rumah, tetapi juga di kedai kopi umum. Kedai tersebut berada di kota-kota di Timur Dekat atau Asia Barat Daya.

Popularitas kedai kopi mengundang orang sering berkunjung untuk segala jenis kegiatan sosial.

Para pengunjung minum kopi sembari bercakap-cakap, mendengarkan musik, menonton, bermain catur, dan mengikuti berita. Layaknya agenda ngopi bareng di Indonesia.

Kedai kopi dengan cepat menjadi pusat pertukaran informasi yang penting sehingga sering disebut sebagai "Sekolah Orang Bijak". 

Pengetahuan tentang kopi dan kebiasaan minum kopi dari Arab ini mulai menyebar. Hal ini terjadi bersamaan dengan ribuan peziarah mengunjungi kota suci Mekah setiap tahun dari seluruh dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X