Kompas.com - 08/06/2020, 17:17 WIB
Ilustrasi proses pembuatan kopi espresso pakai mesin. PIXABAY/STOCKSNAPIlustrasi proses pembuatan kopi espresso pakai mesin.

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat kamu membeli biji kopi dan menjadikannya kopi bubuk, biasanya kamu akan ditanya mengenai bentuk bubuk kopi yang kamu inginkan.

Ukuran biji kopi yang digiling ternyata tak sekadar soal ukuran saja, tapi juga akan berpengaruh pada rasa kopi ketika diekstrak nantinya. Ekstraksi kopi adalah proses mengeluarkan rasa dari biji kopi menggunakan air.

 

Ukuran biji kopi yang digiling atau biasa disebut sebagai coffee grind size harus diperhatikan jika kamu ingin secara maksimal mengeluarkan karakteristik rasa ketika proses penyeduhan nanti.

Baca juga: 7 Ukuran Giling Biji Kopi, Buat Kamu yang Menyeduh di Rumah

William Heuw, owner Kopi Kangen menjelaskan bahwa pada dasarnya semakin besar ukuran biji kopi yang digiling maka akan membutuhkan waktu ekstraksi yang lebih lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau (ukuran biji kopi) agak kasar bisa direndam atau tubruk gitu (proses ekstraksinya),” ujar William pada Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

ILUSTRASI - Kopi di kafePixabay/eliasfalla ILUSTRASI - Kopi di kafe

Sementara jika ukuran biji kopi digiling sampai halus, maka hanya perlu mengekstraksi dengan waktu yang sebentar saja.

William mencontohkan proses mesin espreso yang menggunakan fine grind size coffee atau biji kopi yang digiling halus dengan waktu ekstraksi mesin espreso yang relatif cepat.

“Hanya 30-40 detik saja. Karena di bawah 1 menit jadi harus lebih halus. Dia juga kan ditekan dengan mesin. Kalau untuk manual brewing itu grind size berbeda-beda, karena orang biasanya mau ngulik rasa yang keluar seperti apa,” jelas William.

Ilustrasi espresso. Dok. Shutterstock/wsantina Ilustrasi espresso.

Waktu ekstraksi jadi hal yang krusial dalam penyeduhan kopi. Ekstraksi kopi tidak boleh berlebihan karena akan menyebabkan over ekstraksi.

Jika kopi terlalu lama diekstrak, pasti rasanya akan berbeda. William menjabarkan jika kopi terlalu lama diekstrak, kopi akan lebih padat dan air akan sulit keluar. Ia mengandaikannya seperti pasir yang sudah sangat basah.

“Kalau dia rasa dasarnya asam, dia akan asam banget. Cita rasa lain akan tertutup. Misalnya ada wangi bunga melati harusnya. Tapi karena dia over ekstrak, jadi wangi jasmine akan hilang, yang ada hanya pahit atau asam,” papar William.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.