Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Ventri, Sempat Tak Ada Biaya Kuliah hingga Lulus dengan IPK 3,95

Kompas.com - 04/04/2024, 19:27 WIB
Dian Ihsan

Penulis

KOMPAS.com - Ardhana Christian Noventri menjadi wisudawan terbaik jenjang S2 di Unair dengan nilai IPK mencapai 3,95.

Ventri biasa dia disapa dia lulus S2 dari Fakultas Hukum Unair.

Dia bercerita, gapaian S2 ini merupakan hadiah dari orangtua dan kakaknya. Karena, Ventri berhasil menjadi wisudawan berprestasi saat lulus S1 tahun 2022.

Baca juga: Cerita Dina, Lulus S3 dari Unair dengan IPK Sempurna 4,00

"Rencana semula saya ingin full time bekerja dahulu sembari mengumpulkan biaya untuk studi lanjut, tetapi karena ada hadiah berupa biaya studi lanjut maka saya gunakan sebaik-baiknya," ucap Ventri dilansir dari laman Unair, Kaamis (4/4/2024).

Ventri mengatakan, kesempatan untuk mengenyam pendidikan adalah hal yang sangat berharga. Keluarga Ventri saat itu tidak punya biaya untuk membiayainya menempuh pendidikan.

"Saya pernah merasakan putus sekolah karena dulu keluarga kami mengalami keterbatasan biaya. Di masa itu saya bilang ke Tuhan, kalau saya bisa kembali bersekolah maka saya janji akan bersekolah dengan sungguh-sungguh," ungkap Ventri.

Semangat dan tekad besar Ventri sempat mendapat ujian oleh berbagai tantangan.

Dia menerangkan, manajemen waktu saat menempuh jenjang S2 adalah hal yang sangat penting. Sebab, dia harus bekerja dan berkuliah pada saat yang bersamaan.

"Manajemen waktu, bekerja dan bersekolah di saat yang bersamaan bukanlah hal yang mudah. Terkadang saya juga lalai mengatur waktu dengan baik, hingga pernah ada waktu saya mengerjakan take home UAS hingga pukul 03.00 WIB, lalu harus berangkat ke kantor pukul 06.00 WIB," jelas dia.

Baca juga: Unair Beri Sanksi Mahasiswa yang Lakukan Plagiarisme Makalah

Namun Ventri menerangkan, kesalahan harus bisa dijadikan sebagai bagian dari pembelajaran, sesulit apapun rintangan pasti bisa dilalui jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Dia berpesan kepada seluruh mahasiswa yang sedang berjuang untuk menyelesaikan untuk melakukan yang terbaik.

Hal itu dikarenakan, jika manusia sudah melakukan yang terbaik maka Tuhan akan mengerjakan bagian yang manusia tidak bisa.

Baca juga: Wartawan Senior di Jogja Ini Lulus S3 di UNY dengan IPK 3,87

"Lakukan terbaik yang kita bisa, maka Tuhan akan mengerjakan bagian yang kita tidak bisa. Segala sesuatu yang Tuhan ijinkan untuk kita mulai, pasti akan selesai tepat menurut waktu-Nya Tuhan," pungkas Ventri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com